KASAD Resmikan Proyek Pipanisasi di Pulau Bawean Gresik

GresikSatu | Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, meresmikan proyek pipanisasi pengairan pertanian di Desa Kelompanggubuk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik, Jum’at (1/11/2024).

Maruli bersama rombongan berangkat menggunakan helikopter milik TNI-AD HA – 5159. Setibanya di landasan lapangan desa setempat, Maruli disambut hangat oleh para warga beserta para siswa sekolah.

Turut mendampingi, Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah, Vice President (VP) Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik, Rama Yusron Harbiansyah, Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir, beserta para stekhoker terkait, dan Kepala Desa dari Kecamatan Tambak dan Sangkapura.

Peresmian itu, ditandai dengan pancuran air ke sawah dari Pipanisasi yang dibangun. Para rombongan, juga melakukan penyemaian benih padi.

Kucuran air tersebut diambil dari sungai rembesan sumber air dari pegunungan wilayah pedukuan Celok-Celok, Desa Kelompanggubuk, yang berjarak sekitar 3,5 Km ke sawah dari sungai.

Baca juga:  Melihat Perayaan Hari Santri di Gresik, Refleksi Perjuangan Santri Melawan Penjajah

Proyek ini, merupakan kolaborasi TNI-AD, bersama Kementrian Pertanian, Pemkab Gresik, dan stekgholder terkait.

Diharapkan, nantinya dengan pipanisasi ini, produktivitas pertanian di Pulau Bawean mengalami peningkatan panen padi sampai dua atau tiga kali. Khususnya di Desa yang sudah teraliri pipa tersebut. Meliputi Desa Kelompanggubuk, Pekalongan, Tambak, dan Tanjungori. Untuk Desa Kepuhteluk, dan Kepuh Legundi masih akan dilaksanakan.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli mengatakan, peremian Pipanisasi ini bagian dari program TNI dalam bantu pertanian.

“Ini rangkaian dari program TNI Manunggal Air yang sudah 3000 lebih titik air. Untuk pengairan ke sawah sekitar 150 titik pengairan yang sudah mengairi sawah sekitar 44. 000 hektar Sawah. Disini (Pulau Bawean) ada sekitar 340 hektar sawah,” ucapnya saat konferensi pers, di area sawah Fefekalan, Dusun Eler, Desa setempat.

Baca juga:  Dugaan Penyelewengan Hibah UMKM, Kejari Gresik Temukan Kerugian Negara Rp 1,2 Miliar

Menurut dia, pipanisasi ini bagian dari Tentara Nasional Indonesia, Angkatan Darat (TNI-AD) bersama berbagai macam pihak. Mulai dari Kementerian Pertanian, PUPR, Pupuk Indonesia, dan perusahaan BUMN.

“Bagi kami (TNI-AD), Ini bukan hal yang luar biasa, melainkan kegiatan ini sudah ada ribuan titik,” jelasnya.

Pihaknya memastikan proyek ini, tidak merusak alam dan lingkungan, di Pulau Bawean. Karena sebelum dilakukan sudah ada kajian dengan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Pipanisasi ini juga bagian dari program Ketahanan pangan yang dicanangkan Pemerintah pusat.

“Ini bagian pendukung, dengan produktivitas pertanian bisa bertambah dan sangat menyentuh untuk kesejahteraan masyarakat. Menanam tanpa menunggu tadah hujan,”paparnya.

Nantinya, masyarakat bisa memelihara pipa pengairan ini. Cukup dibersihkan, lantaran pipa dapat bertahan selama 100 tahun lebih.

Diketahui dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan bantuan kepada siswa dan pupuk kepada Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan).

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler