Jumat, 27/05/2022 | 22:50 WIB
Gresik Satu

Kelangkaan Pupuk Subsidi di Gresik, Ketua Dewan Soroti Skema Distributor

ilustrasi petani kelangkaan pupuk/ foto : istimewa

GresikSatu | Belakangan ini beberapa daerah di Kabupaten Gresik mengalami kelangkaan pupuk subsidi. Hal itu membuat petani semakin khawatir. Ditambah sebentar lagi musim tanam, tapi pupuk malah sulit didapatkan.

Kelangkaan pupuk itu seperti disampaikan Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir. Dia banyak menerima keluhan terkait kelangkaan pupuk. Utamanya di daerah yang mayoritas penduduknya sebagai petani. Seperti di Kcematan Benjeng, Balongpanggang, dan Wringinanom.

“Jangankan pupuk bersubsidi, pupuk non Subsidi aja susahnya minta ampun. Ini kalau dibiarkan begini terus, petani yang susah. Tak bisa memulai pemupukan,” katanya, Jum’at (4/2/2022).

Fenomena di lapangan, disebut Qodir agak unik. Ada petani yang kesulitan mencari pupuk. Sudah mencari ke sejumlah kios, hasilnya nihil. Namun ada petani yang memperoleh pupuk hingga 12 karung dan disimpan ke gudangnya.

“Mereka yang bisa membeli pupuk banyak itu karena memiliki uang. Dia bisa membeli sesukanya di sejumlah kios, tapi tak tahu itu jatah petani lain,” jelasnya.

Baca Juga : Jelang Musim Tanam, Petrokimia Gresik Berikan Solusi Pengendalian Hama

Disamping itu, lanjut Qodir, ada juga kios yang memang jujur dan tegas. Ketika belum memasuki musim tanam, dia tak akan menjual pupuknya kepada siapapun. Bahkan ditebus oleh petani desa lain, dengan harga berapapun pemilik kios tak memberikan.

“Ini yang semestinya dilakukan. Tidak menjual ke petani yang tidak memiliki jatah. Hari ini petani susah, karena waktunya mupuk malah tidak ada,” terangnya.

Politikus PKB itu menuding, kelangkaan pupuk bersubsidi itu salah satu penyebabnya, alur pendistribusian tak sehat, yang dilakukan oleh pemian kecil. Seperti di kios dan lain-lain.

“Artinya ada skema distribusi yang tak berjalan sesuai aturan. Seperti, penjualan di kios yang tak menyesuaikan musim tanam petani. Sehingga ada potensi pupuk itu tidak ada, ketika dibutuhkan,” bebernya.

Kedepan, pihaknya akan mengusulkan, pendistribusian pupuk bersubsidi bekerjasama dengan badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan begitu, BUMDes yang akan menebus tanpa harus menaikan harga secara besar-besaran. **