Senin, 03/10/2022 | 19:25 WIB
Gresik Satu
Ekonomi

Keluarga Alumni Unej Dorong Gresik Jadi Branding Tanaman Hias

Ketua Pengurus Pusat KAUJE M Sarmuji saat bersama petani tanaman hias Wringiananom Gresik / foto : sah

GresikSatu | potensi tanaman hias di Kabupaten Gresik perlu diperhitungakn. Di wilayah Wringinanom saja, terdapat 2.000 petani tanaman hias yang tersebar di enam desa.

Menariknya, wilayah tersebut dihiasi oleh aneka tanaman hias milik petani sepanjang 7 kilometer di jalan utama kecamatan. Jika di total, kurang lebih memiliki 52 hektar hamparan.

Selain memiliki kemampuan export, juga berpeluang menjadi desa wisata khusus tanaman hias. Hal ini lah yang menjadi perhatian oleh Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) Koordinator Gresik.

Mereka para alumni Unej pada Sabtu (12/3/2022) melakukan sharing session kepada petani di Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom. Dalam forum tersebut, turut mendorong pemerintah agar keberadaan petani tanaman hias diperhatikan. Lebih-lebih bisa go internasioal.

Baca Juga : Senyum Bahagia Ibu-ibu di Gresik Saat Ketemu Gus Jazil Wakil Ketua MPR RI

Ketua Pengurus Pusat KAUJE M Sarmuji mengatakan, dorongan terhadap pelaku UMKM menjadi komitmen kementerian keuangan. Selama pandemi, UMKM menjadi salah satu pilar yang mempu menjaga stabilitas ekonomi.

“Sehingga fasilitasi dan pelatihan export produk menjadi peluang. Termasuk mendorong bunga desa go internasional,” tutur Alumnus Unej angkatan 1998 itu.

Pihaknya berharap, dalam tiga bulan kedepan target ekspor tanaman hias di Gresik sudah terlaksana. Apalagi, berbagai keluhan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut akan segera ditindaklanjuti.

“Dengan mendorong pemerintah dan pihak terkait melakukan fasilitasi dan pembekalan. Termasuk mendorong perbaikan infrastruktur di wilayah potensial,” paparnya.

Baca Juga : Respon Bupati, Ketua BPC Hipmi Siap Dorong Investasi di Kabupaten Gresik

Sementara itu Asosiasi Tanaman Hias (ATH) Gresik Glen Hayat menuturkan, masih terdapat kendala untuk merealisasikan hal tersebut. Terutama syarat administratif menjadi exportir yang belum bisa dipenuhi oleh para petani.

“Padahal ada tawaran dari beberapa negara, mulai dari India, Thailand hingga kawasan Eropa,” ujarnya.

Glen pun berharap program pendampingan untuk meningkatkan produktivitas para petani tanaman hias. Termasuk, dukungan perbaikan infrastruktur dari pemerintah. Agar tanaman hias menjadi komoditi yang menarik untuk mendongkrak branding Gresik selain Bandeng maupun Kota Santri. **