Sabtu, 26/11/2022 | 12:37 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Hukrim

Kena Gendam, Motor Warga Betoyoguci Gresik Raib Digondol Maling

Gresiksatu.com
Ilustrasi pencurian (canva)

GresikSatu | Seorang remaja inisial AD (15) menjadi korban penipuan di Jalan Desa Betoyoguci, Kecamatan Manyar, Gresik. Sepeda motor Vario 125 warna hitam nopol W 3860 BJ yang dikendarainya diembat pria tidak dikenal, dengan berpura-pura meminjam sepeda motor. 

Modua kejahatan itu diduga menggunakan ilmu gendam. Korban seperti terhipnotia menyerahkan motor yang dipinjam pelaku pencurian. Usai beberpa menit kemudian korban baru tersadar ia menjadi korban tindak kejahatan.

Kakak korban Aziz mengatakan, selepas sekolah adiknya hendak berpergian ke tempat kerjanya kedai mi di Dusun Dagang, Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar Gresik. Korban rencana bersih-bersih kedai.

Saat sampai di kedai sekira pukul 14.00 WIB, Rabu (23/11/2022) korban dipanggil orang tidak dikenal. Dua orang itu semula bermaksud bertanya terkait arah jalan alternatif ke Duduksanoeyan.

“Ada dua orang, satu mengendarai sepeda motor. Satu orang turun dari sepeda motor, bersalaman berkenalan, dan menanyakan arah jalan ke Duduksampeyan, dijawab adikku tidak tau,” ucapnya, Kamis (24/11/2022).

Setelah itu, pelaku meminta antar korban untuk mengantarkan ke rumah keluarga. Korban pun membonceng pelaku. Saat tiba di lokasi kejadian, korban dan pelaku turun di depan rumah. 

“Itu bukan rumah keluarga pelaku, melainkan rumah warga sekitar. Adik saya dan pelaku sempat duduk di teras rumah. Setelah itu, pelaku meminjam sepeda motor adik saya,” beberanya. 

Menurut dia, mulai dari berkenalan hingga memberikan kontak sepeda untuk dipinjamkan, korban tidak sadar alias digendam (mantra guna-guna KBBI). 

“Adik saya kena gendam, sepeda motor yang dipinjam tidak kunjung dikembalikan,” tambahnya. 

Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami kerugian material Rp 23 juta. “Tadi sudah sudah lapor Polsek Manyar, tapi masih belum selesai. Karena tidak membawa BPKB,” imbuhnya. (faiz/aam)

Baznas Gresik