Rabu, 26/01/2022 | 13:03 WIB
Gresik Satu

Kerusuhan di Gresik, Empat Pendekar Ditetapkan Tersangka Satu Pelaku Masih Anak Dibawah Umur

Ilustrasi kasus kerusuhan di Gresik. (istimewa)

GresikSatu | Polisi akhirnya menetapkan empat tersangka dalam kasus pengrusakan rumah warga Desa Kedungsumber Kecamatan Balongpanggang, Gresik. Ke empat itu berinisial HA, ND, RD dan satu anak masih dibawah umur.

Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sebanyak 25 saksi. Hasilnya empat tersangka diduga melakukan pengrusakan.

“kami sudah menetapkan 4 tersangka. Semuanya warga luar Gresik,” katanya, Selasa (30/11/2021).

Penetapan empat tersangka berkaitan dengan aktivitas konvoi perguruan silat pasca menggelar aksi solidaritas di Mapolsek Dawarblandong, Mojokerto pada 22 November lalu. Diperikirakan ada sebanyak ribuan massa yang mengikuti kegiatan itu.

Pasca menggelar aksi mereka pun berpencar. Lalu melakukan sweeping di lokasi kejadian. Aksi konvoi pendekar silat itu membuat 18 rumah warga Desa Kedungsumber rusak. Rata-rata kerusakan dialami warga berupa kaca jendela pecah. Bahkan ada satu motor milik tukang pijat setempat dibakar massa.

Baca Juga : 14 Tahun Berdiri, Gresik Migas Targetkan Pengeboran Sumur Tua

Kejadian mencekam itu disaksikan oleh salah seorang warga setempat. Ada ratusan orang berpakaian serba hitam melakukan perusakan. Tindakan anarkis itu membuat warga ketakutan. Rata-rata mereka menutup rapat pintu rumahnya. Namun hal itu tidak membuat para gerombolan itu berhenti. 

Mereka semakin menjadi-jadi. Setidaknya dalam catatan Kepala Desa Kedungsumber Wahono Yudo, ada sebanyak 18 rumah yang menjadi korban sasaran gerombolan pendekar itu. Rata-rata rumah warga dilempari batu dan satu motor korban sempat dibakar. 

“Kejadiannya pukul 21.00 Wib, seperti hujan batu. Kaca jendela pecah semua. Warga ketakutan mengunci rumah rapat-rapat,” kata Wahono, Selasa (23/11/2021). 

Selain melempari rumah warga, satu pos kampling di Rt 5, RW 1 juga ikut terbakar. Menurut Wahono, tempat pos kampling itu tidak langsung dibakar. Para perusuh itu lebih dulu melempari Tv dan kaca tempat warga berjaga kalau malam. Nahasnya, barang eletronik itu memunculkan percikan lalu membakar isi pos kampling. 

“Jadi kayak meletus karena yang dipukul itu meteran listrik. Ditambah di dalamnya ada kasur jadi cepat terbakar,” terangnya. (sah) 

Tinggalkan Komentar