Jumat, 27/05/2022 | 21:40 WIB
Gresik Satu

Kirim Surat, Forki Gresik Tagih Janji Dana Rp 100 Juta ke KONI Gresik

Atlet Karate Porprov Gresik saat latihan di Dojo Forki Driyorejo persiapan Porprov 2022 Jatim, Jumat (18/3/2022)./ Foto: TBK

GresikSatu I Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Kabupaten Gresik melayangkan surat resmi terkait pernyataan ketua KONI Gresik dr Anis Ambiyo Putri yang siap memberikan dana sebesar Rp 100 juta untuk ajang Porprov 2022 Jatim jika meraih prestasi di rapat anggaran seluruh cabor.

Ketua Forki Kabupaten Gresik Abdullah Syafi’i mengatakan awal mula dana Rp.100 juta itu pada saat rapat anggaran Februari lalu dan di dalam forum tersebut, Forki menanyakan anggaran untuk Porprov yang sangat minim yakni sebesar Rp. 20 juta, padahal butuh anggaran yang sangat besar di ajang ini.

“Awalnya pada rapat itu kami menanyakan anggaran Rp. 20 juta tersebut, dimana anggaran itu sangat minim bagi kami, apalagi dalam satu tahun. Mengingat ada 8 atlet yang ada. Di satu sisi, kita melihat bupati sangat perhatian sama olahraga dan apalagi Forki di target emas,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Syafi’i dalam rapat itu, ketua KONI Gresik melontarkan ucapan siap memberikan dana sebesar Rp. 100 juta jika Forki bisa berprestasi dengan memberikan medali, juga mempersilakan membuat perjanjian ke notaris.

“Kami menunggu hingga hari ini, tentang ucapan ketua KONI tentang dana Rp. 100 juta itu tapi tidak ada tindak lanjutnya. Kemudian, pihaknya memiliki inisiatif untuk membuat surat resmi, yang intinya menagih janji terkait dana Rp. 100 juta yang di ucapkan ketua KONI dalam rapat di hadapan seluruh cabor lalu,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Gresik Sidak Minyak Goreng di Pasar Tradisional dan Swalayan Jelang Ramadhan

Lalu Syafi’i menceritakan, saat itu pada rapat semua cabor ketua KONI Gresik dr Anis mengatakan mempersilakan membuat perjanjian ke notaris tentang dana sebesar Rp. 100 juta itu.

“Kalau kamu (Forki) bisa memberikan emas besok (Porprov), saya kasih 100 juta sekarang, silakan membuat perjanjian ke notaris. 100 juta itu kalau mendapat emas tidak usah di kembalikan, tapi jika tidak mendapat emas harus di kembalikan 100 juta itu,” ujar Safi’i menirukan ucapan ketua KONI.

Pihaknya tidak tahu tendensi dari ketua KONI Gresik seperti apa melemparkan pernyataan seperti itu (dana 100 juta), tapi bagi Forki, pernyataan itu yang di ucapkan di dalam forum dan di hadapan cabor yang lain menjadi sebuah tantangan.

“Kita tidak tahu tendensi dari ketua KONI mengatakan hal itu, tapi bagi kami (Forki) ini sebuah tantangan,” ujar Syafi’i.

Juga di satu sisi, Ia menyayangkan sepertinya ketua KONI tidak percaya kepada Forki, padahal banyak prestasi yang diraih seperti pada kejuaraan terakhir di Jombang dapat emas.

“Jika dibandingkan dengan prestasi karate yang didapat, dimana kita tidak membuat malu Gresik. Pada kejuaraan terakhir kita dapat emas di Jombang,” ungkap Safi’i.

Pihaknya berkirim surat resmi kepada KONI Gresik pada 5 Maret lalu, intinya menagih pernyataan tentang dana Rp. 100 juta itu kepada ketua dan KONI Gresik. Dan hingga kini surat resmi tidak ada balasan.

“Kita menanyakan statemen ketua KONI terkait dana Rp. 100 juta itu yang diucapkan di hadapan semua cabor, di forum, Dimana seolah-olah Forki itu tidak memiliki prestasi apa-apa selama ini, itu yang kita tanyakan. Jika KONI perhatian sama olahraga ya buktikan, itu inti surat kami,” katanya.*