GresikSatu | Berkunjung ke Tanah Suci menjadi mimpi yang tidak mudah diwujudkan bagi sebagian orang. Salah satunya bagi Lono (61), warga Desa Wahas, Kecamatan Balongpanggang yang juga salah satu jurnalis senior di Kabupaten Gresik.
Belasan tahun, Mbah Lono panggilan akrabnya menyisihkan penghasilan dari hasil menjalani profesinya sebagai wartawan demi mewujudkan impian menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Kisah bermula pada tahun 2011, Lono mengumpulkan keping demi keping hingga akhirnya impian untuk naik haji terwujud.
Ia bercerita panjang lebar mengenai perjalanan dirinya mengumpulkan modal agar bisa naik haji. Butuh kerja keras dan niat tulus, sehingga tahun ini dia bisa berangkat haji bersama sang putra sulung.
“Sejak tahun 2011 atau sebelas tahun lalu saya menabung, dan Alhamdulillah tahun ini bisa berangkat haji ke tanah suci, saya berangkat bersama anak saya,” ungkapnya, Senin (19/5/2024).
Mbah Lono menjelaskan, niatan untuk berangkat haji sudah ada sejak dirinya memulai karir sebagai jurnalis pada tahun 2001.
Saat itu, ia mengumpulkan sedikit demi sedikit rezeki saat masih menjadi salah satu kontributor media cetak.
“Waktu itu saya masih jadi wartawan media cetak, sebelum akhirnya sekarang di media online. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan rezeki halal, untuk bisa mewujudkan impian saya naik haji,” terangnya.
Baginya, menunaikan rukun kelima atau ibadah haji merupakan anugerah dan dambaan bagi setiap umat muslim di dunia.
Selain kerja keras, doa kepada Tuhan juga menjadi salah satu kunci terwujudnya cita-cita yang diimpikan.
“Doa menjadi kunci utama, selanjutnya niat tulus dibarengi kerja keras. Sebab banyak orang mampu dan memiliki modal cukup bahkan lebih, tetapi belum dipanggil menjadi tamu Allah SWT,” pungkasnya.