Jumat, 27/05/2022 | 22:13 WIB
Gresik Satu

Komisi II DPR RI Puji Mal Pelayanan Publik Gresik Jadi Percontohan Nasional

Kunjungan Komisi II DPR RI ke Mal Pelayanan Publik Gresik (gresiksatu/aam)

GresikSatu | Suksesnya keberadaan mal pelayanan publik di Kabupaten Gresik dalam melayani masyarakat, mendapat perhatian dari kalangan Komisi II DPR RI.

Rombongan kunjungan kerja yang dipimpin Lukman Hakim Wakil Ketua Komisi II itu, sampai terkagum dengan keberadan mal pelayanan yang ada komplek perkantoran Pemkab Gresik.

Politikus dari Partai PKB itu menyebut, mal pelayanan publik Gresik bisa menjadi percontohan nasional. Pasalnya, disampaing mampu memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen, beberapa platfom layanan online juga terus dikembangkan.

“Setelah mengamati dari dekat, kami memastikan reformasi birokrasi di Kabupaten Gresik diselenggarakan baik melalui mal pelayanan publik,” katanya, disela-sela kunjungan di Halaman Gedung Pemkab Gresik, Selasa (29/3/2022).

Baca Juga : UMKM Hasil Olahan Tempe di Desa Roomo, Didorong Lakukan Multiplier Effect dengan Perusahaan

Lebih lanjut, Lukman Hakim juga menuturkan, ada dua ketegori yang membuat dirinya terkagum dengan keberadaan mal pelayanan publik di Gresik. Pertama, hampir seluruh perizinan ada di sini tertata dengan baik. Penataan ini disebut, sangat memudahkan masyatakat dalam mengurus apapun.

“Kedua, Ramah difabel. Saya melihat Pemkab Gresik menerapkan paradigma layak difabel. Semua ini layak kita apresiasi. Bagiaman layanan difabel sarana dan prasarana, diterapkan dengan baik,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani menuturkan, ada 21 loket yang berisi intansi dan lembaga berada di mal pelayanan publik. Baik dari Polres, Kejaksaan, Hingga pengadilan negeri dan pengadilan agama.

“Selain itu kami juga ada layanan jemput bola, seperti yang sudah diterapkan oleh Dispendukcapil di setiap masing-masing kecamatan. Ini tak lain adalah mempermudah layanan masyarakat,” terangnya.

Baca Juga :Harga Terjangkau, Perumahan Grand Kedamean Regency Jadi Primadona

Prinsipnya, lanjut Yani, segela sesuatu yang berkaitan dengan urusan masyarakat tidak boleh dipersulit. Kedepan, bupati akan mengenalkan banyak platfom pelayanan yang bisa diakses tanpa harus datang.

“Berharap masyarakat agar tak bunggung ketika harus mengurus apa. Kita bisa memberikan pelayanan terbaik. Tidak ruwet. Sehingga kedepan harus ada inovasi-inivasi baru,” pungkasnya. (aam)