Minggu, 27/11/2022 | 04:58 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Pendidikan

Kreatif, Siswa di Bawean Hasilkan Karya Minuman Kopi dari Buah Tanaman Mangrove 

Gresiksatu.com
Teks foto : Empat siswa Upt SMPN 7 Gresik menghasilkan karya Tehdalor dalam proyek profil pelajar Pancasila (Faiz /gresiksatu.com)

GresikSatu | Potensi alam di Bawean terus dimanfaatkan. Kali ini sebuah karya kreatif dari siswa SMPN 7 Bawean Gresik, membuat kopi dari buah tanaman mangrove.

Karya ini merupakan hasil karya ilmiah remaja (KIR), dari empat siswa secara berkelompok yang duduk di kelas VII di sekolah tersebut. Produknya adalah kopi dari buah mangrove yang dijadikan minuman kopi herbal untuk kebugaran tubuh.

Salah satu siswa yang membuat karya biji kopi mangrove Aura Hidayatul Liestari. Perempuan asal Desa Sawahmulya, Pulau Bawean ini mengungkapkan, buah mangrove di tempatnya sangat melimpah. Namun sejauh ini belum ada masyarakat yang bisa melakukan pengelolaan secara maksimal.

“Kami pun mencari referensi. Akhirnya ketemu manfaat buah mangrove yang bisa dibuat kopi,” cerita Aura sapaan akrabnya kepafa gresiksatu.com, Kamis (30/6/2022).

Siswa yang masih berusia 13 tahun itu, menjelaskan proses pembuatan buah mangrove dijadikan kopi. Awalnya daging buah mangrove dibela dua, dikeluarkan bijinya dan dibuang. Lalu buah yang dibelah jadi dua direndam tiga hari, kemudian dijemur.

Selanjutnya dialuskan atau digiling dengan mesin. Setelah itu jadi dimasak layaknya kopi sampai menjadi bubuk dan siap dikonsumsi menjadi kopi buah mangrove. “Yang kami lakukan dari 200 buah mangrove bisa menghasilkan 5 sampai 7 bungkus,” jelasnya.

Diakuinya, tidak semua buah mangrove bisa dijadikan kopi. Kalau di Bawean bisa ditemukan di Desa Daun dan Lebak. Juga masih butuh alat khusus untuk langkah-langkah pengelolaannya. Mulai menghilangkan getah, direndam hingga menjadi bubuk.

Kopi buah mangrove ini bisa bermanfaat untuk kebugaran tubuh. menghilangkan penyakit, dan pegal-pegal,” ujarnya.

Aura berharap, produk ini bisa dikenal masyarakat luas. Khusunya warga Bawean. Agar bisa memanfaatkan potensi dan inovasi di Pulau Bawean. “Produk ini masih belum ada di beberapa daerah. Semoga nanti bisa meluas di Pulau Bawean,” harapnya.

Kepala Sekolah SMPN 7 Bawean Gresik Rahmat Safari mengatakan, selain karya buah mangrove, sekolah ini juga hasilkan karya Tehdalor (Teh Daun kelor). Sebuah karya teh yang dipadu dengan daun kelor ini menghasilkan minuman teh yang lebih segar. Bahkan menjadi produk minuman herbal dan kaya antioksidan sebagai solusi kesehatan.

“Yang terpenting pendidikan Bawean tidak kalah di daratan Kabupaten Gresik. Bahkan kami berharap pendidikan di Bawean bisa menjadi inspirasi di Gresik,” jelasnya memungkasi.

Kedepan, dua hasil karya Siswa SMPN 7 Bawean Gresik dari tanaman mangrove ini akan dilakukan pembelajaran lebih lanjut. Mulai dari melihat produk, mempelajari produk, hingga prospek ekonomi dari produk hasil karya Siswa. (faiz/aam)

Baznas Gresik