Minggu, 29/05/2022 | 05:29 WIB
Gresik Satu

Lagi, Petrokimia Gresik Berhasil Raih Good Corporate Governance dengan Peringkat Sangat Baik

SEVP Operasi, I K etut Rusnaya saat menyerahkan simbolis hadiah pemenang lomba membuat Poster Anti Gratifikasi (Humas Petrokimia)

GresikSatu | PT Petrokimia Gresik kembali meraih penghargaan dalam kategori Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan. Menariknya hasil asessment yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), memberi peringkat perusahaan pupuk terbesar itu, dengan nilai terbaik.

Penilaian atas implementasi GCG tahun 2021, itu dengan skor sebesar 94,06 atau “Sangat Baik”. Satu dari enam aspek penilaian berhasil meraih skor sempurna. Yaitu  terkait komitmen penerapan GCG secara berkelanjutan. Sementara aspek Pemegang Saham dan Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, Pengungkapan Informasi dan Transparansi, serta aspek lainnya meskipun belum mendapat skor sempurna tetap masuk dalam kategori “Sangat Baik”.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, penerapan GCG dalam rangka memberikan layanan terbaik, merupakan pondasi bagi keberlanjutan perusahaan dalam menghadapi tantangan untuk mencapai kinerja excellent.

Baca Juga : Persiapan Mudik Idul Fitri Ratusan Karyawan JIIPE Lakukan Vaksin Booster 

“Sebagai informasi, penerapan GCG di Petrokimia Gresik telah dimulai sejak tahun 2004. Dimana setiap tahun dilakukan assessment, baik oleh eksternal maupun internal Pupuk Indonesia Grup yang dilakukan bergantian setiap dua tahun sekali, untuk mengetahui sejauh mana kepatuhan perusahaan terhadap GCG,” katanya, Selasa (12/04/2022).

Menurutnya, konsistensi Petrokimia Gresik dalam meningkatkan skor GCG dapat terwujud berkat pemutakhiran perangkat GCG yang dilakukan secara terus menerus. Seperti peningkatan proses tata kelola dalam penyusunan Key Performance Indicator (KPI) Direksi, serta pengelolaan GCG yang holistik hingga mencapai anak perusahaan.

“Ini merupakan wujud komitmen perusahaan mengoptimalkan penerapan GCG dalam menjalankan operasional dengan prinsip transparansi yang bersih dari praktik penyuapan,” tandas Dwi Satriyo.

Baca Juga : Bangkitkan Perekonomian, Gus Yani Ajak Pelaku Usaha di Gresik Bermitra dengan UMKM

Salah satu contoh konkretnya, di tahun 2021 Petrokimia Gresik berhasil mengantongi perpanjangan Sertifikat Implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001.

“Penerapan SMAP ISO 37001 yang optimal dapat menumbuhkan budaya anti-penyuapan di perusahaan. Sehingga menciptakan keunggulan dibandingkan dengan kompetitor. Hal ini selaras dengan tata nilai BUMN, yaitu AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif),” pungkasnya. (aam)