Minggu, 03/07/2022 | 19:03 WIB
Gresik Satu
Viral

Lagi!! Tak Ada dokter Spesialis, Pasien dari Bawean Dirujuk ke Gresik Lahiran di Atas Kapal

Teks foto : Tampak Camat Sangkapura M Syamsul Arifin saat bersama bayi perempuan yang lahir di Kapal Express Bahari 8E (Faiz /gresiksatu.com)

GresikSatu | Dokter spesialis kandungan benar-benar dibutukan di Pulau Bawean. Bagaimana tidak, seorang ibu harus rela menyebarangi laut untuk melakukan persalinan. Dari kejadian itu tak sedikit pula, para ibu hamil itu sampai lahiran di atas kapal.

Hal itu seperti yang dialami Novi Nur Amali warga Desa Sungairujing, Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean. Ibu berusia 22 tahun itu melahirkan di atas kapal Express Bahari saat perjalanan menuju daratan Kabupaten Gresik.

Beruntungnya persalinan darurat itu berjalan lancar. Bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu kondisinya sehat. Persalinan di atas kapal di tengah laut tersebut  dibantu oleh dua bidan dari RSUD Umar Masud.

Kejadian ibu melahirkan di atas kapal sebenarnya sering terjadi. Dari data RSUD Umar Masud Sejak Matet hingga Juni ini ada sebanyak 20 lebih pasien yang harus dirujuk ke daratan Gresik. Mereka harus menumpangi kapal dengan durasi 3 jam lebih.

Waktu tempuh perjalanan 3 jam itu bukanlah waktu sedikit, bagi pasien. Mereka yang kuat bisa melahirkan dengan aman di dalam rumah sakit. Namun yang tidak beruntung harus rela melahirkan di atas kapal dengan tempat seadanya.

Baca Juga : Viral, Pria di Gresik Nikah dengan Kambing Betina Karena Dapat Wangsit   

Tak adanya dokter spesialis itu pun turut dikomentari oleh Anggota DPRD Gresik Musa. Pihaknya sudah berulang kali mendesak agar dokter spesialis itu dipikirkan.

Bahkan sebelum masa kontrak habis dokter spesialis sebelumnya, Musa sudah berungkali mengingatkan agar mencari pengganti. Legislatif dapil Bawean itu juga mengaku prihatin jika kondisi itu tetap terjadi. Apalagi ini berkaitan dengan nyawa.

“Ini soal nyawa, kita kan tidak pernah tahu kondisi saat ibu hamil itu menempuh perjalanan di atas kapal bagaimana. Jadi saya mohon agar pemerintah mencari solusi supaya ada dokter spesialis di Bawean,” katanya, Selasa (7/6/2022).

Sementar itu, Direktur Utama RSUD Umar Masud mengatakan, pasien yang dirujuk ke Gresik mengalamai kandungan sungsang. Sehingga harus dirujuk karena tidak ada dokter spesialis kandungan.

“Kemarin pagi dirujuk ke Gresik, kaki di dibagian bawah, bukan kepala,” ucapnya.

Disinggung, kapan ada dokter spesialis kandungan di RSUD Umar Masud Bawean. Menurutnya sesuai rencana dokter spesialis kandungan akan mulai praktek bulan depan Juli yang didatangkan dari  Kemenkes. 

“Bersamaan dengan dokter spesialis bedah juga didatangkan dari Pusat Kemenkes di Bulan Juli,” ujarnya. (faiz/aam)

Full Day School