Jumat, 27/05/2022 | 13:59 WIB
Gresik Satu

Lantik Kader IPNU dan IPPNU Kecamatan Driyorejo, Bu Min: Budaya Iqro’ Penting!

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah saat melantik kader IPPNU Dan IPNU Kecamatan Driyorejo, Minggu (2/1/2022)./ Foto: Humas Pemkab
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah saat melantik kader IPPNU Dan IPNU Kecamatan Driyorejo, Minggu (2/1/2022)./ Foto: Humas Pemkab

GresikSatu I Kader-kader IPNU dan IPPNU harus selalu meningkatkan kapasitasnya. Hal ini lantaran kader IPNU dan IPPNU masih menyandang status sebagai pelajar, dimana pada fase tersebut diperlukan adanya kemauan tinggi untuk terus mengupgrade diri yang salah satunya adalah dengan sering membaca.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, yang mengawali awal tahun 2022 dengan menghadiri kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Pelantikan Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nadhlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Driyorejo. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung MWC NU Driyorejo ini berlangsung selama dua hari (1-2 Januari 2022).

“Harus selalu banyak Iqra’ atau membaca. Membaca apa saja yang bisa dibaca dan bisa menambah pengetahuan, sehingga kita tidak ketinggalan dengan yang lain. Pengetahuan kita ini juga sangat penting, karena apabila kita tidak punya pengetahuan maka kita tidak tahu apa yang akan kita sampaikan kepada orang lain, dan dalam konteks organisasi tanpa ada pengetahuan akan sangat sulit untuk merealisasikan program-program yang sudah kita susun,” kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Minggu (2/1/22).

Lebih lanjut, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah atau yang akrab disapa Bu Min menyinggung bahwa budaya membaca pada pelajar di era saat ini semakin terancam dengan kehadiran sosmed, dimana pelajar lebih betah untuk berlama-lama membaca sosmed daripada membaca buku, belum lagi dengan maraknya game online yang kian mudah diakses dan banyak jenisnya.

Kepada peserta, Bu Min juga membagi cerita mengenai pengalamannya saat menjadi Ketua IPPNU di tahun 70 an dulu. Bu Min bercerita bagaimana usaha-usaha yang Ia lakukan untuk terus belajar dan mengambil ilmu sebanyak-banyaknya dalam kegiatan di IPPNU. Sehingga menurutnya dengan masuk kedalam IPNU dan IPPNU seperti yang dilakukan oleh peserta pelantikan hari ini merupakan suatu kesempatan untuk memperoleh ilmu dan pelajaran sebanyak mungkin.

“Kita tunjukkan kemampuan IPNU dan IPPNU di Kabupaten Gresik, khususnya yang ada di Kecamatan Driyorejo ini untuk menjadi IPNU dan IPPNU yang unggul. Dan tentunya pertahankan terus sinergitas satu sama lain, karena ini adalah kerja bersama-sama maka harus saling bantu membantu untuk menuju keberhasilan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan Makesta merupakan tahap kaderisasi pertama dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Lewat kegiatan ini, diharapkan mampu mencetak kader-kader yang berkualitas dan pada gilirannya akan bisa terus menghidupkan NU di tengah masyarakat.**

Tinggalkan Komentar