Jumat, 27/05/2022 | 12:47 WIB
Gresik Satu

Lawan Mafia Tanah, Pemkab Gresik Optimis PTSL Bisa Tercapai

Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani menerima sertifikat tanah milik Pemkab dari BPN / foto ; humas

GresikSatu | Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani sangat optimis, program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL), tahun ini bakal mencapai target. Program ini disebut bupati, dalam rangka melawan mafia tanah.

Pernyataan tersebut disamapaikan saat menghadiri, dalam acara penyerahan sertifikat di balai Desa Mojotengah Kecamatan Balongpanggang, Senin (10/1/022).

“Data, berbasis bidang menjadi harta karun masa kini. Ini juga merupakan bentuk perjuangan kita melawan mafia tanah,” katanya.

Kepala BPN Kabupaten Gresik Asep Heri mengatakan, PTSL tahun ini menargetkan sebanyak 45.000 peta bidang dan 40.000 sertifikat atas hak tanah dari 58 desa di 3 kecamatan pada tahun 2022.

Baca Juga : PN Gresik Tangani Ratusan Perkara Pidana, Kasus Narkoba Mendominasi

“Rinciannya, target di Kecamatan Balongpanggang sebanyak 25 desa, Kecamatan Benjeng sebanyak 23 desa, dan Kecamatan Menganti untuk sementara 10 desa,” bebernya.

Sementara itu, Kakanwil BPN Prov Jatim Jonahar menegaskan, Gresik akan menjadi percontohan skala nasional untuk kolaborasi yang apik antar sektor, baik dari pemerintah, universitas, serta Kepolisian dan TNI.

Pihaknya sangat mendukung untuk tercapainya target kabupaten Gresik Lengkap tahun 2022. Apabila target tersebut bisa tercapai, sambung dia, maka Kabupaten Gresik akan menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang meraih target tersebut.

“Kabupaten Gresik Lengkap sejatinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat, karena akan memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat pemegang sertifikat,” bebernya.

Baca Juga : Pengemudi Truk Tabrak Pasutri di Sidayu, Suaminya Meninggal Dunia

Dalam kesempatan ini, diserahkan sertifikat hak atas tanah atas nama Pemkab Gresik sebanyak 21 bidang, PSU Perumahan kota baru Driyorejo sebanyak 1 bidang, PLN sebanyak 7 bidang.

Juga, wakaf NU sebanyak 11 bidang dan Muhammadiyah 4 bidang, Kementrian PUPR sebanyak 2 bidang dan masyarakat Desa Setro Menganti sebanyak 5 bidang. **

Tinggalkan Komentar