Rabu, 26/01/2022 | 12:15 WIB
Gresik Satu

Layanan PDAM Gresik Dikeluhkan, Keluar Dua Hari Macet Satu Minggu

Salah satu pelanggan Perumda Giri Tirta yang mengeluhkan air mapet.

GresikSatu | Layanan Perumda Giri Tirta kian amburadul. Banyak keluhan dari pelanggan. Dalam setahun terakhir pasokan air ke pelanggan kerap macet dan kualitasnya buruk.

Informasi yang dihimpun, macetnya pasokan air perusahaan milik Pemkab Gresik semakin meluas. Tidak hanya di kawasan kota, tetapi juga di pedesaan.

Kawasan kota yang terasa di sekitar perumahan-perumahan. Diantaranya; di Perum Gresik Kota Baru (GKB), Perum Pondok Permata Suci (PPS), di Green Garden dan di BP Kulon maupun BP Wetan.

“Kalau di BP Kulon sering macet. Jarang mengalir,” kata Nanang (42) warga Jalan Ikan Dorang, Minggu (28/11/2021).

Hal yang sama juga terjadi di Perum GKB. Keluhan rata-rata meluas. Mulai Jalan Sumatra, Bali hingga Jalan Palangkaraya. Pasokan air keluar dua hari, tapi macet satu minggu.

“Akibatnya saya harus mandi dengan beli air. Satu tangki dengan 2 meterkubik Rp110 ribu,” ungkap Henny (35) warga Jalan Palangkaraya GKB.

Baca Juga : Gus Yani Janji Tuntaskan Masalah Sampah dan Sinyal di Bawean

Lebih parah lagi di PPS. Di perumahan tersebut, pelanggan sudah hafal atas kemacetan pasokan air. Justru kaget kalau pasokan air lancar.

“Sudah biasa macet,” kata Rohmah (36) warga Jalan Yaqut.

Ironisnya, kondisi itu juga terjadi di Kecamatan Menganti dan Cerme. Padahal dua wilayah itu dilalui pipa primer milik PDAM dari PAM Legundi ke Gresik kota.

“Sekarang sudah keluar airnya. Kemarin hampir satu pekan macet,” aku Multazam (38) warga Domas, Menganti.

Kondisi ini sangat disayangkan. Mengingat, Dirut PDAM Siti Aminatus Zariyah menyatakan siap melakukan perbaikan layanan kepada bupati terpilih. Bahkan, janji itu disampaikan beberapa hari paska pelantiakan.

Saat itu, Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan sidak pelanggan di kawasan Kelurahan Kemuteran. Pelanggan di sekitar Masjid Jami Gresik itu bertahun-tahun gak dapat pasokan air.

Kondisi inilah yang dinilai merugikan pemerintahan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah. Apalagi, perbaikan layanan PDAM Giri Tirta masuk konsep pembangunan yang tertuang nawa karsa.

Sayangnya Dirut PDAM yang kerap dipanggil Bu Risa itu belum bisa dikonfirmasi. Namun, beberapa waktu lalu, kepada wartawan mengaku, kemacetan disebabkan ada kebocoram pipa di Cerme. Dan dia berjanji melakukan perbaikan secepatnya. (sah)

Tinggalkan Komentar