Jumat, 27/05/2022 | 01:08 WIB
Gresik Satu

Letakkan Batu Pertama Kantor MWC NU Manyar Gresik, Gus Jazil Ajak Pengusaha Terlibat Pembangunan Fasum-Fasos

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Manyar, Gresik / Foto : Faiz

GresikSatu I Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Manyar, Gresik, Kamis (3/3/2022)  kemarin. Mengajak para pengusaha agar ikut berpartisipasi pada pembangunan fasilitas-fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (pasum), termasuk fasilitas-fasilitas keagamaan yang ada seperti Kantor MWC NU di wilayah sekitar tempat perusahaan tersebut berada.

Gus Jazil mencontohkan di wilayah kawasan industri Gresik, banyak berdiri pabrik atau perusahaan-perusahaan besar yang tersebar di wilayah Manyar, Menganti, Waringinanom dan wilayah perbatasan Surabaya – Gresik. Perusahaan-perusahan tersebut memproduksi berbagai produk ekspor maupun barang-barang yang dipasarkan di dalam negeri. Mereka pun harus terlibat dalam pembangunan fasum dan fasos di sekitarnya.

”Di wilayah Manyar, Gresik ini kan banyak perusahaan besar. Mereka bisa mendirikan pabrik, berusaha dengan tenang itu karana Nahdlatul Ulama (NU). Kalau nggak bantu pembangunan Kantor NU, ya kebangeten karena mereka berusaha di Kecamatan Manyar,” ujarnya.

Diketahui, di wilayah Manyar ada sejumlah perusahaan besar. Di antaranya JIIPE (Java Integrated Industrial and Ports Estate), sebuah kawasan industrial yang terintegrasi dengan pelabuhan laut dalam, PT Maspion, dan berbagai perusahaan besar lainnya.

Menurut Pria kelahiran Bawean ini keterlibatan dunia usaha dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan sangat penting. Pembangunan Kantor MWC NU ini dinilai sangat penting sebagai sarana untuk penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menjaga nilai-nilai moral.

”Kantor NU ini bisa bermanfaat untuk anak-anak kita hari ini dan perjuangan ke depan. Mari kita wujudkan bersama-sama, semanfaat-manfaatnya untuk meneruskan perjuangan para kiai dan NU,” ujarnya.

Tidak hanya kalangan pengusaha, anggota Komisi III DPR RI ini juga mengajak semua kalangan lain untuk juga terlibat dalam pembangunan Kantor MWC NU Manyar dan kantor-kantor NU di wilayah lainnya.

”Saya dididik kiai saya agar tidak boleh pelit-pelit. Apalagi sedekat itu bisa melipat gandakan rezeki dan akan kembali ke diri kita sendiri. Saya sendiri pasti terlibat. Bahkan, bila perlu saya dimasukkan sebagai panitia pembangunan Kantor MWC NU Manyar ini karena saya orang Manyar, istri saya orang sini,” ucapnya.

Gus Jazil berharap agar nantinya setelah bangunan Kantor MWC NU ini selesai poses pembangunannya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk berbagai kegiatan sosial keagamaan, khususnya ke-NU-an. Disisi lain, ia juga mengingatkan agar pembangunan yang gencar dilakukan di wilayah Gresik dan wilayah lainnya, jangan sampai kemudian menggerus budaya baik yang sudah ada.

”Jangan sampai ini hanya dijadikan kantor, tapi sepi. Jadi, di kawasan industri ini harus disiapkan SDM yang berkualitas untuk bisa diserap. Juga pembangunan harus tetap mejaga kelestarian budaya lokal,” tutur Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Ditempat yang sama, Ketua Fraksi PKB Gresik M Syahrul Munir menyampaikan, pihaknya juga turut terlibat dalam pembangunan gedung MWC NU Manyar.

“Kita turut serta dan berupaya fokus satu tahun ini untuk pembangunan gedung MWC NU Manyar sebagai pusat dakwah dan pendidikan agama di kawasan Industri, ini penting agar sosial budaya dan tradisi masyarakat tetap terjaga,” ucapnya

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma’shum mengajak seluruh warga Nahdliyin khususnya dan seluruh hamba Allah SWT untuk menanam bagi kepentingan orang lain dengan membangun serta mengeluarkan harta untuk perjuangan di jalan Allah.

”Sekarang kita bisa menikmati apa yang ditanam orang tua kita maka sekarang kita wajib hukumnya, hai warga Nahdliyin, Muslimat, Fatayat NU, mari berjuang untuk menanam. Kita wajib untuk menanam agar anak-anak kita bisa menikmati hasil tanaman kita,” tuturnya.* (Faiz/Tov)