GresikSatu | Makanan tradisional khas Gresik yang muncul hanya saat bulan puasa Ramadan adalah Bubur Masin.
Bubur dengan cita rasa asam, pedas, gurih dan berbau unik khas kemangi ini banyak diburu saat bulan suci Ramadan.
Pada hari biasa, bubur berbahan dasar jagung satu ini sangat jarang ditemui. Sebab makanan khas tersebut tidak mudah dibuat.
Pedagang Bubur Masin di Kelurahan Trate, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Musrifah Hanum (50) warga asli kelurahan Trate Gresik menyampaikan kuliner tersebut sudah ada turun temurun, ia mengaku hanya berjualan Bubur Masin setahun sekali saat bulan puasa.
“Saya jualannya hanya setahun sekali selama Ramadan. Dan banyak peminatnya,” ungkapnya, Sabtu (16/3/2024).
Sajian lezat untuk berbuka puasa ini terbuat dari bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, belimbing wuluh, lengkuas, daun jeruk, daun kemangi, santan, dan jagung yang telah dihaluskan.
Biasanya, sajian unik tersebut disajikan bareng kerupuk udang kriuk. Citarasanya menyatu antara gurih, asam, asin, manis, namun menyegarkan dan lezat.
“Kalo Bubur Waduk rasanya gurih, kalo Bubur Masin ini beda rasanya asam dan seger,” tuturnya.
Musrifah membandrol Bubur Masin yang sangat terjangkau, pembeli hanya perlu merogoh kocek Rp 8.000 rupiah saja.
“Saya jualannya mulai pukul 14.00 WIB sampai sore hari dan selalu ludes,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu pembeli, Aini mengaku sebagai penggemar Bubur Masin. Setiap Ramadan tiba, ia akan mencari makanan tradisional tersebut sebagai pelengkap berbuka puasa.
“Rasanya enak, kalo Ramadan gini pasti banyak yang jualan dan gampang dapetnya,” ungkapnya.