Sabtu, 26/11/2022 | 20:34 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Hukrim

Lima Hari Hilang di Laut, Nelayan Bawean Belum Ditemukan

Gresiksatu.com
Para nelayan dan anggota Satpolairud Pulau Bawean saat berkunjung ke rumah korban di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak (Foto : Satpolairud Bawean for Gresiksatu.com)

GresikSatu | Nasib nahas dialami nelayan Bawean, Gresik. Dia menghilang saat melaut di Perairan Labuhan, pulua setempat. Nelayan berusia 67 tahun itu diketahui bernama Mudi asal Desa Tanjungori, Tambak, Bawean. Korban dikabarkan hilang sejak Kamis (29/9/2022) lalu.

Peristiwa yang diterima gresiksatu.com, korban tersebut berangkat melaut pagi, Kamis (29/9/2022) sekira pukul 07.00 WIB. Seperti biasanya korban melaut mencari ikan, dengan perahu kecil di Perairan Labuhan. Biasanya, kalau sudah sore, korban sudah pulang ke rumah. Namun saat hari kejadian, Mudi tidak kunjung pulang. 

Istri korban Satomah bingung, dan khawatir. Sampai sore suaminya tidak pulang-pulang. Tidak seperti biasanya. Hati perempuan berusia 60 tahun pun akut dan perlahan meneteskan air mata.

“Saat berangkat dia (suami) mengeluh sakit kepala, tapi tetap saja melaut,” katanya kepada Gresiksatu.com, pada Senin (3/10/2022).

Dia berharap suaminya bisa pulang dengan selamat. Namun perasaan buruk mulai menghampiri. Apalagi, setelah bertanya kepada nelayan – nelayan yang biasanya menjadi teman melaut, tidak tahu keberadaan korban.

“Karena tidak membuahkan hasil, kami lapor polisi dan Satpolairud Bawean. Saat ini petugas dan warga bersama-sama melakukan pencarian,” terangnya.

Kanit Satpolairud Bawean Brika Sodiq Susanto mengaku sudah melakukan penyisiran di area pantai Labuhan, Bawean. Tepatnya 30 mil dari bibir pantai. Ada 3 perahu nelayan yang membantu. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda korban.

“Pencarian terus dilakukan oleh nelayan setempat. Namun dalam proses pencarian masih terkendala hujan di Bawean,” ujarnya.

Kepala Desa Tanjungori Nur Ahli membenarkan warganya yang hilang. Pihaknya juga turut prihatin dengan kejadian ini. Dia berharap nelayan Bawean itu segera ditemukan. 

“Semoga kedepan nelayan melaut bisa membawa alat pengaman saat melaut,” harapnya. (faiz/aam)

Baznas Gresik