Minggu, 25/09/2022 | 18:57 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Olahraga

Lini Depan Kurang Tajam, PR Serius Pelatih Grestara FC

img 20220901 161812
Pelatih Grestara FC Ratno Boma Setiawan saat memberi arahan ke pemain usia laga kontra Malang United, Selasa (31/8/2022)./ (Foto: TBK/GresikSatu.com)

GresikSatu I Kurang tajamnya lini depan Grestara FC masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang serius untuk segera di selesaikan tim pelatih sebelum menjalani kompetisi Liga 3 regional Jawa Timur musim 2022/2023.

Diketahui, laga ujicoba resmi ketiga sesama tim peserta Liga 3 Malang United, Selasa (31/8/2022) kemarin di lapangan Sarijaya Desa Sekapuk bisa dimenangkan tim berjuluk Laskar Badai dari Utara ini dengan skor 2-1. Meski begitu, pelatih Grestara masih belum 100 persen puas.

Pelatih Grestara FC Ratno Boma Setiawan mengaku secara keseluruhan pertandingan ujicoba kemarin bisa di kuasai Grestara FC, tapi belum puas, sebab banyak peluang yang terbuang sia-sia, tidak bisa di konversi menjadi gol.

“Secara keseluruhan pertandingan berjalan baik, koordinasi dan komunikasi membaik. Cuma finishing gol pemain depan yang perlu lebih diasah. Kita sudah dari awal berusaha terus memperbaiki, masih ada kesempatan. Kami akan evaluasi terus,” katanya, Rabu (1/9/2022).

Baca Juga: Koordinasi Berjalan Baik, Grestara FC Sukses Taklukkan Malang United

Untuk memperbaiki ketajaman lini depan tersebut, Boma menyebut butuh proses, tidak bisa hanya dengan latihan, tapi perlu secara intens menjalani pertandingan-pertandingan ujicoba. Dari situ, akan secara alami terbentuk naluri gol pemain.

“Perbaikan tidak bisa instan, butuh proses. Kita masih perlu ujicoba secara berkala. Dari sini, akan terbentuk atau terproses insting gol pemain depan. Ini masih menjadi PR bagi kami tim pelatih, mudah-mudahan bisa teratasi,” jelasnya.

Pelatih asli Gresik ini melanjutkan dalam setiap kesempatan, selalu memberi arahan kepada pemain terutama pemain depan agar bisa lebih tenang dan bisa membaca situasi bagaimana caranya peluang itu bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

“Ya, kami selalu memberi arahan agar pemain depan untuk lebih tenang, tidak terburu-buru ketika memiliki peluang didepan gawang. Juga cepat berpikir bagaimana bisa memecahkan situasi ketika menemui kebuntuhan,” ungkap Boma.

Hujan deras membuat lapangan dalam kondisi yang tidak baik, sedikit tergenang dan lembek pada laga uji tanding kontra Malang United kemarin, tapi justru hal itu menjadi pengalaman bagi Grestara FC, sehingga bisa melihat sejauh mana permainan tim ketika menjalani pertandingan di situasi dan kondisi seperti itu.

“Kami pikir ini sebuah pengalaman yang bermanfaat, meski pemain harus menguras energi bermain di situasi dan kondisi seperti itu. Jadi, nanti ketika kondisi seperti ini terjadi pada laga resmi Liga 3, pemain tidak kaget,” ungkap Boma. (Tov)