Minggu, 03/07/2022 | 17:44 WIB
Gresik Satu
Pemerintahan

Mahasiswa Minta Bupati Gresik Segera Disosialisasikan ke Masyarakat Plastik Sekali Pakai

Pameran pengurangan plastik sekali pakai yang diadakan komunitas Brilian, Rabu (29/12/2021)./ Foto: tbk
Pameran pengurangan plastik sekali pakai yang diadakan komunitas Brilian, Rabu (29/12/2021)./ Foto: tbk

GresikSatu I Mendukung Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Gresik tentang pengurangan plastik sekali pakai, Komunitas Bridge Peduli lingkungan (Brilian) dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) meminta segera untuk mensosialisasikan program ke masyarakat.

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Gresik Nomor 3 Tahun 2021 tentang pengurangan plastik sekali pakai itu menjadi yang pertama di Indonesia.

Anggota komunitas Brilian, Yuniar Humairoh Ningtyas dan Ayu Candra Wulan mengatakan, bahwa komunitasnya peduli terhadap lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dari bahaya sampah plastik sekali pakai.

“Untuk itu kami bersama teman – teman memberikan surat kepada Bupati Gresik tentang Perda Nomor 3 Tahun 2021. Tujuannya untuk segera mensosialisasikan ke masyarakat,”kata Yuniar.

Dilain sisi, Yuniar melanjutkan dalam usulan kepada Bupati Gresik untuk melakukan pameran brantas xoxo, penerapan zero waste cities dan operasi pohon plastik.

Pameran dan program ini untuk mendukung adanya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Gresik Nomor 3 Tahun 2021 yang ada. Sehingga perlu adanya pelaksanaan program yang mendukung dalam menumbuh kembangkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengurangan penggunaan PSP (Plastik Sekali Pakai).

“Kami melakukan pameran dalam menindaklanjuti program dari Perda itu. Pelaksana ini untuk mendukung menumbuh kembangkan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai,” ungkapnya, Rabu (29/12/2021).

Sementara Direktur Eksekutif Ecoton Gresik, Prigi Arisandi mengatakan, bahwa komunitas Brilian dari mahasiswa Agribisnis Universitas Trunojoyo Madura, untuk usulkan kampanye pengurangan plastik sekali pakai dengan pameran keliling kampung yang mengetengahkan problem sampah plastik.

Mereka mendatangi Kantor Gubernur Jawa Timur, Kantor Bupati Gresik dan mengirimkan via pos kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang mempunyai kewenangan atas sungai Brantas sebagaimana ditetapkan dalam Sungai Strategis Nasional.

“Kami berharap dengan adanya usulan dari mahasiswa UTM bisa disosialisasikan dan terutama pengurangan sampah plastik sekali pakai di Gresik. Karena kami sudah melakukan pameran plastik di Gresik,” ungkapnya.**

Full Day School

Tinggalkan Komentar