Senin, 03/10/2022 | 15:40 WIB
Gresik Satu
Ekonomi Industri

Mampu Tekan Biaya Bongkar Muat, Berikut Kecanggihan Aplikasi Petroport Petrokimia Gresik

Gresiksatu.com
Aktivitas bongkar muat Pelabuhan Petrokimia Gresik. (Foto : Humas Petrokimia)

GresikSatu | Petrokimia Gresik kini menghadirkan Aplikasi Petroport untuk menunjang kinerja di pelabuhan. Aplikasi digital ini diklaim memiliki beberapa fitur kecanggihan. Salah satunya mampu menekan biaya produksi bongkar muat kapal.

Diketahui, Petroport adalah sebuah sistem berbasis web dan aplikasi mobile yang memiliki beberapa fungsi. Antara lain pengawasan, pencatatan, pelaporan, serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja bongkar muat Pelabuhan Petrokimia Gresik.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, Petroport mampu menyediakan informasi yang akurat dan realtime kepada seluruh stakeholder, memberikan penghematan biaya logistik serta optimalisasi kinerja bongkar muat di Pelabuhan.

“Penghematan yang didapatkan Petrokimia Gresik sejak diaplikasikannya Petroport ini diantaranya adalah biaya bongkar muat secara rata-rata dapat ditekan hingga 20 persen,” katanya, Selasa (20/9/2022).

Kemudian, kinerja pelabuhan menjadi lebih optimal sehingga kegiatan bongkar muat dapat diselesaikan lebih cepat dari kontrak yang disepakati. Hal ini dapat dilihat dengan turunnya denda demurrage yang harus dibayar ke kapal, serta meningkatnya pendapatan despatch atau biaya kompensasi yang diterima perusahaan.

“Kita dapat menginput data bongkar muat secara mobile dimanapun berada. Input data kapal, jadwal kedatangan kapal maupun pencatatan kegiatan bongkar muat, dapat dilakukan menggunakan handphone maupun tablet,” jelasnya.

Dengan bantuan teknologi ini, perusahaan juga mampu menurunkan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) sebesar 45%, karena alur kerja menjadi semakin efektif dan efisien. Hal ini selaras dengan Program Kerja Perusahaan untuk selalu melakukan efisiensi, khususnya dibidang SDM.

Kemudian, fitur lain yang juga sangat inovatif adalah Load Unload Routing (LUR) yang dapat memberikan informasi antrean kapal, perkiraan lama kegiatan serta estimasi kapal yang akan berangkat. Selain itu juga memberikan rekomendasi jalur dan alat bongkar muat yang paling efisien, serta informasi bongkar muat secara realtime.

“Jika ada indikator warna merah berarti kecepatan bongkar muat berada di bawah kontrak, sehingga harus segera dilakukan langkah tindak lanjut agar tidak terjadi demurrage. Sedangkan warna hijau berarti kegiatan bongkar muat berjalan sesuai kontrak rate yang ada,” tandasnya.

Selanjutnya, Petroport juga dilengkapi fitur Automatic Port Reporting (APR). Fitur ini digunakan untuk otomatisasi sistem reporting kinerja pelabuhan. Melalui fitur ini dapat diperoleh laporan kinerja bongkar muat tanpa harus mengolah data-data terlebih dahulu.

“Pada fitur Aplikasi Petroport ini ada alert atau alarm apabila ada KPI (Key Performance Indicator) ada yang tidak tercapai, sehingga dapat dengan mudah untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan melakukan langkah tindak lanjut,” ujarnya. (aam)