Senin, 03/10/2022 | 14:08 WIB
Gresik Satu
Wong Gresik

Maria Fransiska Cicilia, Pesilat Perempuan Gresik Tiga Tahun Juara 1 Berturut-turut

Gresiksatu.com
Maria Fransiska Cicilia menunjukan piala yang diraihnya selama menjuarai Lomba Pencak Silat. (Foto : Faiz/Gresiksatu.com)

GresikSatu | Maria Fransiska Cicilia atlet pencak silat Pagar Nusa asal Gresik ini, ternyata memiliki segudang prestasi membanggakan. Bagaiamana tidak, perempuan berparas cantik itu, telah menjadi juara satu bertahan dalam tiga tahun berturut-turut. Terakhir putri dari pasangan Antonius Yopie dan Sri Muljati berhasil mendapatkan juara satu kembali dalam ajang kejuaraan pencak silat Kapolres Cup 2022 pada 23-24 Agustus 2022 lalu.

Diceritakan Maria, awal kali menekuni dunia olahraga silat ini, tidak lepas dari dorongan orang tuanya, khususnya sang ayah. Pasalnya Antonius Yopie sang ayah sendiri saat mudanya merupakan atlet pesilat handal. Tidak heran jika, mental petarungnya kemudian menular kepada putri bugsungnya itu. Keadaan ini didukung, saat dirinya masuk ekstrakurikuler di SMAN 1 Gresik.

“Kebetulan di Sekolah ada pencak Pagar Nusa masuk kegiatan ekstrakurikuler. Apalagi papa juga ahli silat dan bela diri. Menjadi inspirasi awal menekuni dunia silat bela diri ini,” katanya saat ditemui Gresiksatu di rumahnya, Senin (29/8/2022).

Kendati dari keluarga non muslim, siska panggilan akrabnya tidak minder dan takut saat belajar dan berlatih di lingkungan mayoritas muslim. Semua diperlakukan sama di lingkungan perguruan Pagar Nusa. Bahkan dirinya merasa sangat didukung penuh oleh pelatih dan teman-teman di lingkungan sekolah pun mendukung. Karena memang Sisika termasuk pelajar yang mudah bergaul dengan sesama teman dari masing-masing latar belakang.

Siska mengaku, selama melakukan latihan mendapatkan bimbingan terbaik dari pelatihnya. Bahkan anak bungsu dari dua saudara ini sampai pulang larut malam demi menyelesaikan tugas latihannya. Apalagi saat menjelang perlombaan, latihan terus digencar. Jadwalnyapun setiap sepakan, Siska harus berlatih sampai tiga kali latihan.

“Terpenting jangan malas latihan. Karena tantangan menekuni dunia silat bela diri malas latihan. Biasanya latihan tiga kali seminggu di cabang PN Gresik,” ujar pelajar yang tokoh idolanya Wewey Wita seorang atlet Pencak Silat putri andalan Indonesia yang berasal dari Jawa Barat.

Menurut Siska, latihan pencak silat sebenarnya tidak harus datang ke medan latihan. Biasanya dirinya mengasah sendiri di dalam rumah. Dimulai dari, rutin melakukan push up, hingga latihan memukul dan menendang dengan alat samsak yang berada di Halaman rumahnya.

Baginya prestasi yang ditekuni sejak tahun 2019 sebuah perjuangan dalam keluarganya. Meskipun terkadang hadiah uang tunai yang diterima tidak seberapa besar seperti di tahun 2022 ini. Saat ini, piala yang berhasil diraih Siska ada sebanyak enam piala kejuaraan. Piala-piala itu diraihnya dalam kurun waktu selama tiha tahun.

“Meskipun dari beberapa kejuaraan yang saya raih belum pernah mendapatkan bonus. Kedepan saya punya target bisa ikut kejuraan tingkat Provinsi hingga tingkat kejurnas Nasional,” harapnya dengan semangat sambil memperlihatkan piagam dan piala yang diperolehnya.

Kendati telah menjuarai perlombaan pencak silat, cita-cita Siska yang sebenanya ternyata ingin menjadi dokter. Jiwa sosial yang tinggi serta suka menolong orang lain, membuat dirinya berkeinginan menjadikan dokter sebagai profesi yang diinginkan.

Gresiksatu.com
Info grafis Maria Fransiska Cicilia / Gresiksatu.com

Adapun prestasi Siska diantaranya, di tahun 2019 kelas VII SMP juara 1 Kejuaraan Wilayah di Tuban antar seperguruan pagar Nusa. Juara 1 kejuaraan daerah mewakili Gresik di Jombang antar cabang perguruan Pencak Silat. Juara 1 Smectra Cup antar pelajar SMK NU Gresik. Tahun berikutnya 2021 kelas
IX Juara 1 Sirkuit Pencak Silat Remaja antar perguruan se Kabupaten Gresik dan pesilat terbaik se Kabupaten Gresik. Tahun 2022, Kapolres Cup juara 1 dan silat terbaik. Untuk tahun 2020 tidak aada perlombaan silat akibat pandemi Covid-19. Moment prestasi Siska pun diabadikan keluarga di pigora dinding rumahnya. (faiz/aam)