Minggu, 29/05/2022 | 07:08 WIB
Gresik Satu

Masih 20 Pemain, Tim Sepakbola Putri Porprov Gresik Butuh 25 Pemain

Para pemain sepakbola putri Gresik sebelum menjalani latihan di lapangan Kedanyang, Kebomas Desember 2021 lalu./ Foto: bram
Para pemain sepakbola putri Gresik sebelum menjalani latihan di lapangan Kedanyang, Kebomas Desember 2021 lalu./ Foto: bram

GresikSatu I Kuota pemain yang dibutuhkan tim sepakbola putri Kabupaten Gresik untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2022 sebanyak 25 pemain, saat ini masih terkumpul 18 hingga 20 pemain.

Pelatih kepala sepakbola putri Gresik, Ratno Boma membenarkan jika sudah satu bulan tidak ada aktifitas latihan disebabkan banyak pemain yang masih mengikut ujian sekolah.

“Para pemain sepakbola putri Gresik banyak yang ikut ujian sekolah dan Insyaallah akan dilakukan kembali latihan pada Minggu awal bulan Februari 2022,” ujar Boma.

Sementara itu, Boma menambahkan kuota pemain yang dibutuhkan dalam tim sebanyak 25 pemain, dan sekarang masih ada 18 sampai 20 pemain. Penambahan itu rencananya akan dilakukan seleksi pemain agar kuota terpenuhi sebelum Porprov Jawa Timur digelar.

“Mamang saat ini masih ada 18 sampai 20 pemain, kami akan terus menambah pemain dengan melakukan seleksi untuk memenuhi kuota yang dibutuhkan,” ucapnya, Rabu (2/2/2022).

Sementara itu manajer tim sepakbola putri Gresik Dian Ariyanto mengatakan tentang kekurangan pemain di timnya, pihaknya akan merapatkan kembali dengan manajemen tim.

“Kekurangan pemain itu akan kami bahas di rapat bersama manajemen. Dengan kuota yang ada, dan bagaimana solusinya tentang kekurangan itu,” jelasnya

Kemudian lanjut Dian, pada Porprov 2022 ini, tidak memiliki target harus meraih medali, sebab masih dalam tahap penjajakan sekaligus memperkenalkan tim sepakbola putri Gresik.

“Untuk target di Porprov Jatim tidak ada, hanya partisipasi saja sekaligus mengenalkan kepada masyarakat bahwa Kabupaten Gresik mempunyai sepakbola putri,” ungkapnya.

Kemudian jika pada pertandingan Porprov nanti, tim sepakbola putri menang di setiap laga, itu artinya sama dengan sebuah bonus, juga sebagai tolak ukur seberapa kuat potensi sepakbola putri di Kabupaten ini.

“Hasil menang atau meraih medali di Porprov Jatim tahun ini bisa dikatakan sebagai bonus. Kita masih mengenalkan kepada masyarakat umum dulu. Jadi jika prestasi bagus ya Alhamdulillah, berarti ada potensi didalamnya,” ungkap Dian.**