Senin, 03/10/2022 | 16:06 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Pemerintahan

Masih Ada 1.300 Guru Honorer di Gresik, BKPSDM Siapkan Seleksi PPPK dan CPNS

Pelantikan CPNS di halaman gedung Pemkab Gresik. (Humas)

GresikSatu | Dalam waktu dekat ini gelombang seleksi aparatur sipil negara (ASN) segera bergulir. Pemerintah pusat telah mengumumkan pembukaan seleksi tersebut pada tahun 2022 ini. Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik baru menerima informasi mengenai seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik Khusaini mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih belum mendapatkan informasi seleksi CPNS

“Sampai hari ini untuk seleksi CPNS kami belum mendapat info lebih lanjut,” ucapnya, Kamis (22/9/2022). 

Namun, lanjut dia mengenai seleksi CPNS, pihaknya tetap melakukan validasi data. Sehingga apabila nanti seleksi dibuka, bisa langsung diusulkan. “Ini kami masih terus melakukan validasi. Untuk CPNS nanti kami mengajukan formasi kemudian disetujui berapa ditentukan pusat,” imbuhnya.

Selanjutnya, untuk seleksi PPPK pihaknya juga masih melakukan validasi data. Seleksi PPPK ini lebih ditujukan untuk tenaga honorer yang berusia di atas 35 tahun. Apalagi mulai 28 November 2023 mendatang Kemenpan RB secara resmi menghapus tenaga honorer di lingkungan pemerintah.

Diketahui, di lingkungan Pemkab Gresik sendiri masih ada ribuan tenaga honorer. Di awal tahun 2022 kemarin, Pemkab Gresik telah mengangkat 1.300 pppk dan 500 pns. Nah, seleksi PPPK ini lebih difokuskan pada tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Gresik Herawan Eka Kusuma mengatakan, seleksi PPPK periode sebelumnya sudah banyak guru honorer K2 dan non K2 yang masuk PPPK. Namun hingga saat ini jumlahnya masih cukup banyak.

“Sekarang masih ada sekitar 1.300 guru honorer,” ucapnya.

Dari umlah tersebut ujar dia, akan diusulkan seluruhnya. Sehingga para guru honorer bisa lolos seleksi PPPK tahun 2022 ini. “Kami harap kuota banyak agar peluang guru honorer diterima PPPK juga besar,” ujarnya memungkasi. (faiz/aam)