Selasa, 09/08/2022 | 21:03 WIB
Gresik Satu
Sastra

Matapena: Ayo Menulis dengan “Pergi ke Danau”

76eb72b3 86a6 4fe5 9a99 a28b773e9faf

Aula Idham Kholid SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik (Smanusa)dipenuhi para-peserta-didik-baru yang sedang mengikuti kegiatan orientasi sekolah (disebut Matapena) pada 20 Juli 2022. Siang itu, kira-kira pukul 13.00 WIB, jadwal kegiatan orientasi sekolah diisi workshop literasi dengan tema “Ayo Menulis”. Pemateri workshop literasi adalah MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia Smanusa.

Dalam workshop literasi, MGMP Bahasa Indonesia Smanusa menawarkan teknik penulisan kalimat bersambut kalimat. Merujuk pemaparan MGMP Bahasa Indonesia Smanusa yang disajikan di “slide”, teknik penulisan kalimat bersambut kalimat memiliki definisi, yaitu: “Sebuah teknik mengarang secara kelompok. Satu orang memulai satu kalimat, diteruskan oleh orang kedua, ketiga, keempat, dst, lalu kembali ke orang pertama.”

Gresiksatu.com
Suasana workshop literasi di Smanusa
Foto: Aji, 2022

Perihal teknik penulisan kalimat bersambut kalimat, Bu Ratna(salah satu anggota MGMP Bahasa Indonesia Smanusa)menjelaskan: “Teknik penulisan kalimat bersambut kalimat yangdilakukan para-peserta-didikbaru dapat menumbuhkan perasaan saling sanding.” Saya menangkap perasaan saling sandingsebagai kesetaraan mengembangkan kreativitas, serta kebersamaan mengenal Bahasa Indonesia.

Pergi ke Danau

Di Aula Idham Kholid Smanusa, parapesertadidikbaru berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Mereka duduk melingkar dan mendengar instruksi MGMP Bahasa Indonesia Smanusa. Sebelum itu, beberapa kakak pembimbing dari Smanusa telah membagikan kertas kosong ke setiap kelompok. Lalu, MGMP Bahasa Indonesia Smanusa meminta para-peserta-didik-baru untuk menulis kalimat Saya, ibu, dan ayah pergi ke danau.

Kalimat “Saya, ibu, dan ayah pergi ke danau” menjadi pembuka yang harus dilanjutkan dengan kalimat baru. Setiap anggota kelompok hanya boleh membuat satu kalimat. MGMP Bahasa Indonesia Smanusa mengharapkan kalimat yang dibuat setiap anggota kelompok saling berkesinambungan. Sehingga, kalimat-kalimat yang tersusun itu membentuk sebuah cerita. MGMP Bahasa Indonesia Smanusa juga memberikan tenggat waktu bagi para-peserta-didik-baru untuk mengerjakannya.

Gresiksatu.com
Salah satu anggota kelompok sedang mengerjakan teknik penulisan kalimat bersambut kalimat
Foto: Aji, 2022

Tiga paragraf di bawah adalah contoh dari hasil asli kerja tigakelompok di workshop literasi, antara lain:

Kelompok Tujuh: “Saya, ibu, dan ayah Pergi kedanau. kami berangkat pukul 08.30. Kami pergi ke danau dengan menggunakan mobil. Dalam perjalanan kita hanya membutuhkan waktu 20 menit. Danau tersebut terletak di surabaya. Tepatnya diSurabaya Barat. Pada saat itu hatiku gembira sekali. dan Juga ayah ikut gembira. Setelah itu kita pulang. dan merapikan barang bawaan masing”. Saat di jalan Pulang saya bertemu tono. lalu Tono Saya beri uang. karna tono kehilangan dompetnya.”

Kelompok Sepuluh: “Saya, Ibu, dan ayah pergi ke danau. Saya dan ayah pergi memancing. Ibu melihat saya dan Ayah memancing. ketika saya mendapat ikan. Ibu membakar Ikan. Saya, ibu, dan ayah memakan ikan bersama. setelah memakan Ikan kami semua menikmati Pemandangan. Kami pergi pulang. Saya, Ibu dan ayah naik mobil.”

Kelompok Empat Belas: “Saya dan ibu dan ayah pergi ke danau. Kami melihat banyak angsa berenang. di sana terdapat banyak sekali spot foto. udara di danau itu sangat sejuk. lalu saya memakan makanan yg di bawa ibu. Makanan yang di bawa Ibu adalah Buah-Buahan. Tidak lupa saya Juga mengeluarkan minuman yang di bawa ibu. untuk dinikmati bersama keluarga. Dan saya tidak lupa membereskannya setelah makan dan minum. Lalu saya, Ibu dan Ayah bersiap-siap untuk Pulang. dan setelah Pulang Ibu Pergi ke Toko. lalu Ibu membeli sabun mandi.”

Setelah tenggat waktu habis, setiap kelompok harus mengumpulkan hasil workshop literasi. Satu per satu hasil workshop literasi dibaca oleh MGMP Bahasa Indonesia Smanusa. Dalam pembacaan hasil workshop literasi, MGMP Bahasa Indonesia Smanusa melakukan diskusi dengan para-peserta-didik-baru. Diskusi yang dibahas berupa kasus ke-bahasa-an di hasil workshop yang kurang tepat, seperti penggunaan huruf besar, konjungsi, pronomina, awalan, serta diksi.

Gresiksatu.com
Workshop literasi di Aula Idham Kholid Smanusa
Foto: Aji, 2022

Dalam diskusi itu, Bu Rita (anggota MGMP Bahasa Indonesia Smanusa yang lain) memberi hadiah kepada salah-satu peserta-didik-baru yang dapat menjawab pertanyaan dari MGMP Bahasa Indonesia Smanusa. Akhirnya, Workshop literasi ditutup dengan hasil pelatihan khusus MC (Master of Ceremony) dan pembacaan puisi. Khusus pelatihan tersebut diampu oleh Bu Diah (anggota MGMP Bahasa Indonesia Smanusa yang lain lagi).

Dari workshop literasi, saya menyimpulkan bahwa salah satu fungsi bahasa adalah alat komunikasi. Di kehidupan sehari-hari,komunikasi begitu penting bagi kita untuk memberi (juga menerima) pesan lewat lisan, tulis, hingga isyarat. Karena itu, kita perlu kemahiran berbahasa agar pesan itu benar-benar tersampaikan. Literasi pun menjadi sebuah upaya kita untuk meningkatkan kemahiran berbahasa.**

Catatan: Kolom Sastra GresikSatu diasuh oleh penyair dan penikmat seni rupa Aji Saiful Ramadhan yang tinggal di Gresik.