Jumat, 27/05/2022 | 22:32 WIB
Gresik Satu

Melihat Bisnis Trend Trifting Shop di Gresik, yang Banyak Digandrungi Anak Muda Masa Kini

Teks Foto : Event Trifting Shop di Kabupaten Gresik (Faiz/Gresiksatu.com/

GresikSatu | Thrift Shop atau lebih dikenal dengan pasar barang bekas, saat ini banyak diburu kalangan muda. Disamping harga murah, barang pakaian impor ini, ternyata dihadirkan dari barang branded ternama dunia fashion.

Tak terkecuali thrift shop di Kabupaten Gresik. Aneka ragam jenis pakaian dan celana dipamerkan layaknya barang baru. Tak ayal banyak para pembeli juga memburu barang bekas yang harganya sangat terjangkau ini.

Hal itu seperti terlihat di event Second Habit Vol 2 Session Gresik di Jalan Soetomo, Trate, Gresik, pada Kamis (31/3/2022). Beberapa tenant pun menjajakan jenis pakaian impor branded. Harganya beragam, sesuai jenis brand dari pakaian tersebut. Namun jangan khawatir, barang yang ditawarkan tidak mahal.

Salah satu pemilik tenant thrift Shop Dewi Ayu mengatakan, barang thrift yang ia jual terjangkau murah. Mulai harga Rp 20 ribu sampai 350 ribu dari branded mancanegara hingga internasional.

Baca Juga : UMKM Hasil Olahan Tempe di Desa Roomo, Didorong Lakukan Multiplier Effect dengan Perusahaan 

“Barang yang dijual barang impor dari negara Jepang, Korea, Bangladesh, dan Amerika. Ngambil barang secara bal, dari Bandung, dan Bali,” ucapnya, Kamis (31/3/2022).

Perempuan yang berusia 21 tahun itu menceritakan, dirinya menekuni dunia bisnis thrift sejak tahun 2021. Barang yang dijual beragam. Mulai  kemeja, hodie, sweater crunex dan celana cinos. Semuanya merupakan barang bekas.

“Ada banyak merk branded, harga murah dan banyak model pakaian. Sehingga peminatnya pun dari kalangan muda dan tua. Apalagi kalau cewek lihat barang lucu, terus murah pasti dibeli,” ujarnya.

Menurutnya, penjualan yang paling laris hasil jualan di kegiatan event. Selebihnya dilakukan online shop. Moment event ini, juga saling bantu promosi di media sosial antar pelaku bisnis thrift berjualan. Juga penjaga tenant turut melakukan promosi.

Baca Juga : Sambut Ramadhan, Gressmall Buka Foodcourt Pecinta Kuliner Bernuansa Instagramable

Dewi menyebut, menggeluti bisnis thrift dimulai dari ketertarikan dirinya dalam dunia fashion. Bersama kekasihnya Dewi pun menjajaki thrift sebagai sumber pendapatan. Hasilnya pun menggiurkan. Sebagai modal awal, ia dan doinya mengelurkan uang sebesar Rp 12 juta.

“Setiap event menghasilkan omset sekitar Rp 3 juta, tidak mesti tapi rata-rata segitu” tambah perempuan asal Kenjeran Surabaya ini.

Sementara itu, salah satu pembeli Lanang Kisworo asal Surabaya,mengaku sangat senang mencari barang pakaian thrift. Menurut pemuda yang berusia 21 tahun ini, membeli pakaian thrift sama dengan hobi. “Suka koleksi pakaian merk tertentu, dan barang lama,” ucapnya.

Bahkan dirinya sangat rinci mencari pakaian thrift. Karena semakin lama tahun produksi, barang yang dibeli semakin mahal. “Paling sering membeli kemeja sama celana. Celana merek Levis, atau Brand taq,” terangnya.

Begitu juga dengan kemeja. Lanang melihat desainer yang ia minat. Yakni desainer asal Jepang. Seperti miciko kosino, kemeja made in hawai. Sekedar diketahui, event bazar trifting ini digelar mulai tanggal 24 Maret sampai 3 April 2022. (faiz/sah)