Jumat, 12/08/2022 | 16:19 WIB
Gresik Satu
Headline Pendidikan

Melihat Lebih Dekat Maestro Pelukis Damar Kurung Gresik dari Musium Virtual

Replika damar kurung di musium virtual Masmundari.

GresikSatu| Pandemi covid-19 yang belum mereda, tak membuat kreatifitas anak-anak muda di Gresik berhenti. Mereka yang tergabung dalam Yayasan Gang Sebelah ini membuat musium sang Maestro pelukis Damar Kurung berbentuk virtual.

Sajian musium virtual bertujuan menyasar kelompok muda agar lebih mengenal karya Mbah Masmundari. Terlebih, karya monumental perempuan asli Gresik itu telah dijadikan sebagai warisan budaya tak berbenda oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2018.

Direktur Acara Peluncuran Musium Virtual Hidayatun Nikmah mengatakan, museum berbentuk virtual, diharapkan menjadi media pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan. Selain itu musium virtual ini dikalim hadir pertama kali dan satu-satunya yang ada di Gresik.

“Sekaligus menjadi media promosi di dunia digital untuk menarik minat masyarakat tentang karya damar kurung, milik Masmundari,” katanya saat peluncuran musium virtual di Pendopo Gresik, Sabtu (27/11/2021).

Dalam musium itu, pihaknya secara sengaja menampilkan lebih besar sosok Masmundari. Baik dari Masmundari sebagai seniman maupun perempuan yang tangguh, ulet, kuat, dan gigih. Menurutnya, tidak banyak pelukis perempuan di Gresik yang bisa menjadi seorang maestro.

“Kenyataan bahwa Masmundari tetap bisa berkarya dan berdaya sampai di usianya yang sangat senja 101 tahun. Ini sesuatu yang luar biasa,” terangnya.

Baca Juga : Gus Yani Dorong, Setiap Desa di Gresik Buat Platfrom Digitalisasi

Dijelaskan, dalam pembuatan musium virtual setidaknya dibutuhkan waktu hingga 2 bulan lebih. Kendala yang paling berat, diakui panitia, terkait pengumpulkan lukisan kuno damar kurung. Setidaknya ada 159 lukisan, dari 6 kolektor yang berhasil dikumpulkan.

“Asrip itu berhasil kami kumpulkan mulai tahun 1987 sampai 2005. Namum yang kami tampilkan di musium hanya 50 karya lebih, itu pun setelah memenuhi seleksi yang sangat ketat,” bebernya.

Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani saat membuka musium virtual di Pendopo (27/11/2021).

Rata-rata dari karya yang ditampilan, bertema tentang gambaran rutinitas masyarakat pada umumnya. Seperti, tema agustusan, kemantenan, pasar, bulan ramadhan, industi, dan Emboh Omah yang menceritakan kisah tetangganya punya banyak anak namun ikut KB.

“Menurut saya lukisan Masmundari dari karya damar kurung memiliki ciri khas tersendiri. Selain bentuk lukisan juga ide ceritanya. Yang paling mudah dipahami berkaitan dengan tradisi dan ritual keagamaan,” tukasnya.

Kerajinan damar kurung berbentuk lampion ini merupakan peninggalan kebudayaan warga Gresik. Damar kurung memiliki ciri khas tersendiri, seperti berbentuk kubus dengan empat sisi dan dilapisi kertas dengan gambar dua dimensi. Kemudian memiliki hiasan pada atas berbentuk segitiga dan bagian bawahnya memiliki peyangga.

Ada beberapa pakem yang barus dijaga dalam membuat damar kurung. Diantaranya, harus berwujud dua dimensi dan warna yang digunakan harus cerah, seperti, kuning, merah, hijau, biru. Untuk mengambar manusia maupun makhluk hidup ekpresi wajahnya juga harus ceriah.

Sementara itu, dalam peluncuran musium virtual, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, mengaku terkesan dengan kreatifitas panitia. Ia sangat mengapresiasi segala yang berkaitan dengan kemajuan teknologi. Seperti halnya museum virtual berbasis website ini.

“Ini merupakan sebuah komunitas yang terus bermodal dengan kreatifitas. Karena tantangan hari ini adalah kemajuan teknologi. Siapapun harus berhadapan dengan kemajuan teknologi,” katanya di hadapan peserta. (sah)

Tinggalkan Komentar