25.4 C
Indonesia
Sel, 6 Desember 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.4 C
Indonesia
Selasa, 6 Desember 2022 | 8:58:27 WIB

Melihat Pengrajin Bungkus Dodol Khas Bawean Gresik, yang Terbuat dari Daun Pandan Berduri

ADVERTISEMENT

SCROLL UNTUK LANJUTKAN MEMBACA

GresikSatu | Bungkus dodol khas Bawean berbeda dari dodol pada umumnya. Bungkus dodol ini menggunakan bahan dari daun pandan berduri. Biasanya makanan ini menjadi menu wajib hadiah atau berkat Maulid Nabi di Pulau Bawean.

Di Dusun Padang Jambu, Desa Telukjatidawang banyak ditemui kerajinan produk dodol ini. Seperti dilakukan satu keluarga Ernawati, Azlina, dan Sunariyah. 

Ernawati mengatakan, kerajinan ini merupakan warisan nenek moyang secara turun temurun di Pulau Bawean. Keluarga Ernawati sendiri sudah tiga generasi dari neneknya membuat kerajinan ini. Membuatnya pun tidak mudah, karena setiap pengrajin harus merakit tali pandan yang sudah diiris kecil-kecil. Biasanya Erna membuat  bersama tetangga dan warga sekitar. 

“Jika ada pesanan hampir dibantu warga sekitar. Paling banyak bisa produksi 200 bungkus. Namun rata-rata sehari bisa 50 bungkus. Itu pun saat momen Maulid Nabi ini,” ucapnya, Jum’at (14/10/2022). 

Menurut dia, kerajinan daun pandan ini, untuk dibuat bungkus makanan dodol (Dudul istilah Bawean). Daun pandan berduri bisa cari sendiri atau membeli kepada warga sekitar. Untuk pembuatannya, daun pandan diiris, dibuang duri, dan dipotong kecil-kecil, lalu dilemaskan. Kemudian, dipanaskan dengan air yang mendidih sekitar satu jam. Setelah itu, direndam satu malam. Daun diangkat dan dijemur.

Baca juga:  Berburu Putu Campur, Jajanan Pasar Pengganjal Perut Khas Gresik an

“Kalau ada warna alami dari alam kita pakai. Seperti warna kuning dari kunyit, atau temulawak, warna merah hati dari daun jati. Selain warna itu beli pewarna di toko,” tutur perempuan berusia 40 tahun itu.

Gresiksatu.com
Keluarga Ernawati, Azlina di Dusun Padang Jambu saat menunjukkan hasil karya kerajinan bungkus dodol dari daun pandan (Foto :Faiz /Gresiksatu.com)

Setelah itu, bahan daun pandan yang sudah diiris kecil-kecil di rangkai serapat mungkin menjadi bingkisan dodol. Merakitnya pun tidak sembarangan. Butuh keuletan, dan fokus hingga menjadi produk bingkisan. 

Sedangkan untuk pembuatan dodol. Berbahan ketan, gula merah, gula pasir, dan sari santan kelapa. Ketan dan gula dipanaskan terlebih dulu di tempat yang berbeda. Setelah itu ketan dan gula direndam dengan santan. Setelah sari santan keluar minyaknya. Lalu, diaduk rata dan dimasak diatas tungku pembakaran sekitar 3 jam hingga menjadi Dodol. 

“Camilan dodol ini paling enak dikonsumsi saat bersantai dengan minuman kopi, dan bisa dibuat oleh-oleh dari Bawean. Di Kampung Padang Jambu sudah menjadi tradisi  pembuatan kerajinan makanan dodol ini,” jelasnya. 

Bungkusnya, lanjut dia, orang Bawean membagi dua jenis tempat dodol. Satu ada hiasan mahkota (gundung istilah Bawean), satu hanya hiasan lebihan daun pandan (kolangpepek istilah Bawean). Ukurannya pun mulai dari yang kecil, sedang, sampai besar. 

“Paling kecil lebar 5 cm, tinggi 15 cm. Kalau mau besar bisa. Sesuai dengan pesanan warga. Karena selama bertahun-tahun produk kerajinan belum bisa menembus pasar. Hanya menerima pesanan,” paparnya.

Baca juga:  Pedes Seru! Sengatan Sambal Cobek Bakar di GKB Gresik, Penyuka Kuliner Pedas Harus Coba

[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Baca Juga ” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”1″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”tag” orderby=”date”]

“Sebenarnya produksi kerajinan dodol dari warga banyak, namun masih kendala pemasaran. Apalagi kalau melihat prosesnya juga tidak mudah. Pernah juga ada pesanan dari Jawa, Jakarta, sampai Malaysia. Tapi itu dikirim ke keluarga dan sauadara,” tambahnya. 

Untuk harganya, jika kerajinan bungkus tanpa dodol harga mulai Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribu. Kalau bungkusan berisi dodol mulai Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu. 

Selain untuk bungkus dodol, kerajinan dari daun pandan berduri ini juga dibuat untuk alas tikar dan kopyah. Kini, kerajinan bungkus dodol jarang ditemukan. Lantaran, kini masyarakat tidak mau sulit. Cukup dengan bungkus plastik dodol sudah siap. 

“Namun plastik tidak bertahan lama. Kalau dari bungkus dodol pandan ini, bisa bertahan lama sampai berbulan-bulan. Itupun tidak disimpan di alat pendingin Kulkas. Kalau pakai bungkus pandan ini, jika dimasukkan ke kulkas, maka bentuk dodol akan keras. Bisa dihaluskan dengan masukkan magic com,” pungkasnya. (faiz/aam)

Komentar

Berita Terpopuler

Bukan di Bawean, Penampakan Buaya Viral Ternyata di Pelabuhan Perbatasan Gresik – Surabaya

GresikSatu | Penampakan buaya di perairan Bawean Gresik mengundang pertanyaan dari banyak pihak. Setelah diteliti, lokasi penampakan ternyata tidak di Pelabuhan Bawean. Melainkan di Pelabuhan...

Motor Penyok Pengendara Tewas, Ini Kejadian Laka Maut di Driyorejo Gresik

GresikSatu | Nasib nahas dialami Yohana Rosario Ayunda Tarno (20), warga Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Ia dinyatakan meninggal setelah terlibat kecelakaan di Jalan...

Mangkir Lagi, Terduga Pelaku Sodomi Gresik Masih Bebas Berkeliaran

GresikSatu | Terduga pelaku sodomi di Kabupaten Gresik masih bebas berkeliaran. Unit PPA Satreskrim Polres Gresik bahkan telah melakukan panggilan ke tiga kalinya, namun...

Kolaborasi Ultras, dan Gresik United, Meriahkan HUT Gresiksatu.com ke 1 

GresikSatu | Momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Gresiksatu.com ke - 1, berkolaborasi bersama Ultras Gresik, dan Gresik United (GU), berlansung, Sabtu (3/13/2022) tadi...

Dirgahayu Gresik Satu, Menuju Pers yang Bebas dan Sehat

Catatan dari Priyandono Di sela-sela kesibukan sebagai pengawas sekolah, kegiatan yang berkaitan dengan tulis menulis tetap saya lakukan. Ora ketang klungsu, melu udhu. Artinya, mencoba...

Gelar Musywil Jatim di Gresik, Alumni Pesantren Tebuireng Bedah Pemikiran KH Hasyim Asyari di Bidang Pendidikan

Gresiksatu | Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) menggelar seminar pemikiran Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy'ari bidang pendidikan. Kegiatan itu sekaligus dalam rangkaian Musywil...
Berita terbaru
Berita Terkait