Jumat, 27/05/2022 | 23:04 WIB
Gresik Satu

Menarik, Program Kemah Dakwah Ramadan di Gresik di Ikuti 35 Keluarga

Sebanyak 35 keluarga dari Gresik, Lamongan, Surabaya, Bojonegoro, hingga Pasuruan mengikuti kegiatan Kemah Dakwah di halaman masjid Masjid Ahmad Dahlan Gresik, Minggu (24/4/2022)./ (Foto: TBK/gresiksatu.com)

GresikSatu I Ramadan bukan hanya momen mendekatkan diri kepada Allah SWT, tapi juga mengakrabkan anggota keluarga. Inilah yang ditanamkan dalam kegiatan Kemah Dakwah Keluarga, yang digelar oleh Masjid Ahmad Dahlan Gresik.

Selama dua hari, Sabtu-Ahad (23-24/4) di periode sepuluh hari terakhir, kemah dakwah mampu mempererat hubungan keluarga sekaligus beribadah bersama.

“Senang. Seru banget. Jadi bisa ada acara yang mendekatkan kami sebagai orang tua dan anak. Mumpung liburan. Kami jarang kumpul karena anak sekolah di Jogja sedangkan kami di Gresik,” aku Agus Lukman Hidayat, salah satu peserta kegiatan ini.

Sebanyak 35 keluarga dari berbagai kota seperti Gresik, Lamongan, Surabaya, Bojonegoro, hingga Pasuruan mengikuti kegiatan yang bertempat di halaman masjid yang berada di samping terminal Bunder tersebut.

Baca Juga: Ratusan Personel TNI – Polri Gresik Siap Jalankan Operasi Ketupat Semeru 2022

Konsep kegiatannya pun cukup unik. Tiap keluarga diberi fasilitas tenda camping. Mereka menginap di tenda tersebut. Kemudian ada beberapa materi pengajian dan permainan untuk anak-anak.

Materi pengajiannya seperti fikih taharah, konsep manajemen keluarga, hingga manajemen keuangan. Sedangkan untuk anak-anak ada sesi dongeng, pelatihan menata tempat tidur, dan pembuatan permainan tradisional.

Ketua panitia dari Takmir Masjid Ahmad Dahlan Gresik, Kiswanto mengatakan antusiasme peserta tak ayal membuat panitia senang. Ada 35 keluarga dari berbagai kota seperti Gresik, Lamongan, Surabaya, Bojonegoro, hingga Pasuruan mengikuti kegiatan ini.

“Dari ide awal yang niatnya sederhana untuk membuat kegiatan Ramadan berbasis keluarga, ternyata mendapat sambutan meriah dari masyarakat,” terangnya, Minggu (24/4/2022).

Kiswanto berharap ramadhan tahun depan bisa diadakan lagi dengan peserta dan materi yang beragam sehingga bisa lebih menghidupkan nuasa ramadan.

“Kmai berharap tahun depan lebih bervariatif, sehingga bisa memberi edukasi serta menghidupkan suasana ramadan yang lebih religius,” ucapnya.**