Minggu, 25/09/2022 | 19:21 WIB
Gresik Satu
Badokan Gresik

Mencicipi Lontong Bumbu Ladan, Menu Wajib Khas Rebo Wekasan Desa Suci Gresik

Gresiksatu.com
Lontong Bumbu Ladan disajikan Warga Suci sebagai perayan Rebo Wekasan. (Foto : Aam Alamsyah /Gresiisatu.com)

GresikSatu | Rebo Wekasan disebut dengan istilah Rabu Wekasan, adalah tradisi tahunan yang diadakan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. Biasanya, Rebo Wekasan digelar di hari terakhir dari Bulan Safar.

Uniknya, dalam tradisi Rebo Wekasan, masyarakat tidak hanya merayakan kirab tumpeng, maupun gelaran keagamaan lainnya. Namun tradisi yang sangat kental hingga kini, adalah tradisi unjung-unjung dari rumah ke rumah layaknya hari Raya Idul Fitri.

Namun perbedaanya, di Rebo Wekasan, orang yang berkunjung adalah warga luar desa. Sedangkan warga Suci sebagai tuan rumah berkewajiban menjamu tamunya dengan lontong bumbu ladan. Menu khas wajib ini selalu ada di setiap rumah warga.

Sekretaris Desa Suci Miftah mengatakan, hampir 90 persen setiap berkunjung di rumah warga selalu ada lontong bumbu ladan. Menu wajib ini, sebagai ciri khas perayaan warga di Rebo Wekasan.

“Lontong bumbu ladan ini, ciri khasnya ada udang di dalamnya. Namun berkembangnya waktu, banyak warga juga memberikan, seperti telur puyuh, daging sapi dan ayam,” katanya, Selasa (20/9/2022).

“Sedangkan untuk bumbu pembuatan, kalau orang sini mengatakan bumbu jangkep. Semua bahan masakan masuk, kecuali kunir. Menu ini disajikan kepada tamu beserta lontong,” tambahnya.

Gresiksatu.com
Infografis Lontong Bumbu Ladan menu wajib Rebo Wekasan. (Desain : Jalil / Gresiksatu.com)

Selain unjung-unjung, khas dari tradisi Rebo Wekasan adalah pasar rakyat. Semula, tradisi ini dimulai dari banyaknya tamu luar desa yang berkunjung di warga Desa Suci. Karena setiap tahun selalu ramai, maka banyak mengundang pedagang untuk membuka lapak dagangan.

“Kalau dulu para pedagang, berjualan hanya di dekat Sendang Sono, tempat pertama kali sumber air desa ditemukan oleh murid Sunan Giri. Seiring waktu, yang berjuan tambah ramai akhirnya difasilitasi oleh desa,” bebernya. (aam)