Kamis, 30/06/2022 | 01:51 WIB
Gresik Satu
Lifestyle

Menengok Pameran Seni Damar Kurung di Senja Jingga Cafe

Foto : Damar Kurung dipamerkan dalam bentuk berbeda. (faiz/gresiksatu.com)

GresikSatu | Damar Kurung memang tak pernah kehabisan pesonanya. Lampion yang ditetapkan menjadi warisan budaya itu menjadi karya seni monumental. Tak mengherankan jika banyak pecinta seni terpesona melihat karya Masmundari.

Agar terus menyalakan karya seni Damar Kurung, para seniman yang tergabung dalam Gerakan Seni Rupa Gresik (Gasrug) gelar pameran lukisan damar kurung. Berbagai bentuk Damar Kurung dimaoerkan dengan berbagai bentuk seni.

Mulai dari seni abstrak, seni gambar 2 D, dan seni gambar 3 D. Semuanya tak lepas dengan ciri khas damar kurung ada sudut segitiga di lukisan masing-masing seniman. Acara paneran seni ini, dipertontonkan langsung di Senja Jingga Cafe & Art Space Kompleks Cafe Putri Cempo Giri Gresik. 

Ketua Gasrug Joko Iwan mengatakan, pameran lukisan yang diikuti oleh 19 seniman ini akan berlangsung sampai tanggal 29 Mei mendatang. Acara dimulai sejak 14 Mei lalu dengan dihadiri beberapa para komunitas dan organisasi kebudayaan di Gresik.

“Pameran eksplorasi damar kurung ini, untuk mengangkat damar kurung tidak hanya lukisan namun struktur bentuk damar kurung agar dikenal khalayak umum,” ucapnya di lokasi pameran, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga : Perbaikan Jembatan Kacangan Dilakukan Juni Mendatang, Segini Anggaranya

Seniman lukisan damar kurung “Jakarta Rasa Gresik” menyebut pameran ini sekaligus mengangkat momentum bulan Mei sebagai bulan menggambar sedunia. 

“Jadi di Bulan Mei ini bulan menggambar, seperti momentum bulan-bulan kesenian lainnya. Nanti juga akan ada kegiatan menggambar bebas saat pameran ini. Semoga nanti ada atensi dari Pemerintah setempat,” paparnya. 

Kedepan Joko optimis wadah kesenian akan terus berkembang di Gresik. Mengingat saat ini Gedung Nasional Indonesia (GNI) sudah dilakukan revitalisasi sebagai peruntukan wadah seniman dan budayawan di Gresik. 

“Bukan kurang tempat kesenian di Gresik, melainkan tidak ada tempat. Semoga segera bisa digunakan GNI untuk seniman dan budayawan Gresik,” harapnya. 

Bagaimana dengan pameran yang diminati pengunjung. Menurut Joko, hal itu tidak menampik nanti oleh pelukis dijual atau dilelang.

“Itu sepenuhnya hak pelukis. Kami hanya memfasilitasi tempat dan acara pameran saja. Kalau ada yang minat beli bisa langsung hubungi kontak person pelukis masing-masing,” urainya. (faiz/aam)

Full Day School