Jumat, 27/05/2022 | 21:56 WIB
Gresik Satu

Menginpirasi, Penyandang Disabilitas ini, Raih Gelar Sarjana dengan Nilai Memuaskan

Seorang pelukis penyandang disabilitas Muhammad Amatullah saat usai Wisuda ditemani lukisan di rumahnya / foto : Faiz

GresikSatu | Seorang pelukis penyandang disabilitas di Kabupaten Gresik berhasil meraih gelar sarjananya. Meski dalam keterbatasan, pelukis yang diketahui bernama Muhammad Amatullah terus menyulutkan semangatnya di dunia pendidikan.

Pria hobi melukis ini lulus Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Dengan nilai indeks prestasi komulatif mencapai 3,71.

Muhammad Amatullah  atau kerap dipanggil Cak Aam sendiri selalu memakai kursi roda untuk berangkat kuliah. Hal itu pun tak membuat dirinya pesimis belajar. Sebaliknya, ia dikenal sosok yang semangat dan tekun belajar.

“Terimakasih tak terhingga kepada dosen dan civitas akademik yang telah mendukung hingga sampai saat ini bisa lulus dari kampus ini,” ucap Aam Jumat (25/3/2022).

Baca Juga : Belum Diresmikan, Jalan Underpass GKB Sudah Dipakai Balap Liar

Disamping itu, Aam selalu pro aktif mengerjakan tugas dari kampus, mulai tugas lapangan hingga tugas akhir skripsi. “Senang sekali bisa lulus di UMG, bapak ibu dosen mendukung selama kuliah. Semoga kampus ini terus jaya dan terbaik,” ujar Aam.

Mahasiswa angkatan 2016 ini mengaku selama berkuliah banyak pengalaman yang ia dapatkan dalam dunia lukisan. “Terimakasih kepada para donatur orang baik yang sudah memberikan beasiswa kepada saya,” pungkas Aam.

Sementara itu, Rektor UMG, Eko Budi Leksono kampus UMG sangat terbuka bagi siapa yang hendak mengenyam dunia pendidikan tinggi. Bahkan untuk penyandang disabilitas. “Tidak ada pembedaan bagi para mahasiswa, kampus UMG ramah terhadap disabilitas,” ucapnya.

Baca Juga : Pemuda Tebuwung Tewas, Usai Tabrak Truk yang Hendak Keluar dari Pabrik di Manyar 

Eko mengakui keahlian cak Aam yang sangat lihai dan profesional dalam melukis. “Semoga cak Aam selalu mengembangkan ilmunya,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, wisuda UMG dilakukan secara tatap muka setelah 2 tahun diselenggarakan secara online karena pandemi Covid-19. (Faiz/Sah)