GresikSatu | SMK Semen Gresik membuktikan komitmennya dalam menyiapkan lulusan siap kerja melalui acara Job and Edu Fair 2024, yang berhasil digelar untuk ketiga kalinya pada tahun ini, Kamis (14/11/2024).
Acara ini menjadi ajang bagi siswa, alumni, dan pencari kerja di wilayah Gresik dan sekitarnya untuk bertemu langsung dengan berbagai perusahaan serta universitas, membuka peluang kerja dan pendidikan yang luas.
Job and Edu Fair 2024 diikuti oleh berbagai perusahaan, seperti PT Antika Raya, PT Perwita Nusaraya, PT Kawung, PT Olah Kuliner Nusantara, PT Varia Usaha Fabrikasi, PT Karya Manunggal Jati, PT Swabina Gatra, PT Smart Tbk, PT Indoprima Gemilang.
Kemudian, Heritage Sinergi Hotel Gresik, PT Sebastian Citra Indonesia, PT Kawan Lama, PT Indospring, PT Petronika, PT JIAEC, Ahass Prima Grup, PT Susanti Megah, serta beberapa universitas seperti UISI, UNTAG, dan Telkom University Surabaya.
Kepala SMK Semen Gresik, Choirul Ichsan, menyampaikan bahwa SMK Semen Gresik berkomitmen untuk menyalurkan para lulusan sesuai dengan keahlian dan bidang masing-masing.
“Sebanyak 50-60 persen siswa kami langsung bekerja setelah lulus, 30 persen melanjutkan ke perguruan tinggi, dan 10 persen memilih untuk berwirausaha. Sangat sedikit yang tidak mendapatkan pekerjaan atau menjadi pengangguran,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari persiapan dunia kerja, SMK Semen Gresik juga mengadakan program kelas industri yang dirancang agar siswa mendapatkan pelatihan langsung dari perusahaan, baik teori maupun praktik.
“Kami memberikan pelatihan kewirausahaan, teknik, digital marketing dan sablon, dengan menggandeng Disnaker dan perusahaan. Agar para siswa dan alumni mendapatkan pelayanan terbaik,” jelasnya.
Sekretaris Yayasan Semen Indonesia, Agus Kuntoro, mengapresiasi langkah SMK Semen Gresik yang konsisten dalam melaksanakan kegiatan tahunan ini.
Menurutnya, Job and Edu Fair bukan sekedar ajang rekrutmen tetapi juga wahana bagi SMK Semen Gresik untuk mengevaluasi kurikulum.
“Kegiatan ini bisa mengukur sejauh mana kurikulum kita sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan perubahan di industri, kebutuhan juga berubah. Harapannya lulusan kita bisa lebih mudah mencari kerja dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ungkapnya.
Sementara perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik, M Afandi mengungkapkan kondisi ketenagakerjaan di Gresik. Ia menyebut tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Gresik saat ini mencapai 6,89 persen, lebih tinggi dari rata-rata Jawa Timur.
“Padahal Gresik memiliki 115 perusahaan besar dan 204 perusahaan menengah, dengan UMK Rp 4,6 juta, tertinggi kedua setelah Surabaya,” ungkapnya.
Dengan digelarnya Job and Edu Fair 2024, SMK Semen Gresik berhasil memberikan solusi nyata untuk mengurangi angka pengangguran di Gresik. Selain memfasilitasi pencarian kerja bagi lulusan, acara ini juga menjadi ajang pengembangan diri bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan atau merintis usaha.
“Job and Edu Fair SMK Semen Gresik memiliki peran penting dalam mengurangi angka pengangguran dan memberikan solusi bagi para lulusan yang mencari kerja. Semoga sinergi ini bisa berjalan terus,”pungkasnya.