Rabu, 29/06/2022 | 22:29 WIB
Gresik Satu
Politik

Minta Anggota DPRD yang Terlibat Pernikahan Kambing Dicopot dari Jabatannya

Teks foto : Massa aksi WC membawa kambing saat meluruk Kantor Dprd Gresik (Faiz /gresiksatu.com)

GresikSatu | Puluhan warga yang tergabung  aliansi warga cerdas (WC) Gresik mendatangi kantor DPRD Gresik Jalan Wachid Hasyim, Gresik, Rabu (8/6/2022). Dalam aksinya masa aksi meminta oknum DRPD yang terlibat di acara pernikahan manusia dengan kambing disanksi tegas. 

Pantauan di lapangan, massa aksi  membawa domba dihiasi kain warna ungu sebagai bentuk menyikapi ritual perkawinan manusia dengan kambing  di Pesanggrahan Ki Ageng, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng pada minggu lalu (5/6/2022). 

Koordinator Aksi, Sahruddin mengatakan  tindakan ritual pernikahan manusia dan kambing sangat tidak terpuji. Bahkan itu termasuk penyimpangan Kabupaten Gresik sebagai Kota Santri. Mirisnya ada anggota DPRD Gresik yang terlibat bahkan menfasilitasi tempat yang dibuat ritual nikah. 

“DPRD harus berikan sanksi yang tegas kepada anggota yang terlibat ajaran yang meresahkan masyarakat. Bila perlu anggota yang terlibat dicopot jabatannya melalui Badan Kehormatan (BK),” ucapnya.

Baca Juga : Pernikahan Pria dengan Domba di Gresik Menciderai Sebutan Gresik Kota Santri 

Salah satu massa aksi Abdullah Syafii mengatakan, tindakan perilaku sakral pernikahan manusia dengan kambing mencoreng kaidah dan norma agama. Mirisnya ada anggota DPRD yang terlibat bahkan memfasilitasi tempat pernikahan yang menyimpang agama dan norma itu. 

“Tindak tegas anggota DPRD Fraksi Nasdem yang terlibat. Karena menurut kami itu bukan sebatas untuk konten tiktok atau YouTube saja, tapi itu sudah masuk ritual yang menyimpang,” ungkapnya. 

Dikatakan, tindakan menyimpang ini merupakan preseden terburuk sepanjang sejarah di Gresik. Karena sepatutnya wakil rakyat memberikan khudwah hasanah (contoh yang baik). 

“Perkawinan itu diinisiasi oleh wakil rakyat. Bahkan ketua Badan Kehormatan. Jika pernikahan itu   konten, itu hanya alibi semata. Karena itu sangat jelas menciderai agama,” jelasnya. 

“Kami meminta agar diproses sampai ke pidana dan dilakukan  proses PAW agar marwah wakil rakyat kembali bersih,” tegas mantan anggota DPR itu. (faiz/aam)

Full Day School