Jumat, 27/05/2022 | 00:17 WIB
Gresik Satu

Minyak Goreng Langka, Wabup Gresik: Masyarakat Jangan Nimbun, Kami Upayakan Stabil

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah (kiri) saat meninjau pasar murah minyak goreng di Kecamatan Manyar. / Foto: TBK
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah (kiri) saat meninjau pasar murah minyak goreng di Kecamatan Manyar. / Foto: TBK

GresikSatu I Upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menghadapi kelangkaan minyak goreng di pasaran terus dilakukan. Pemkab Gresik kembali menggelar operasi pasar minyak goreng murah dengan harga Rp. 14.000 perliter dengan jumlah sebanyak 2.400 liter menyasar masyarakat di wilayah Kecamatan Manyar.

Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah mengatakan dalam situasi kelangkaan minyak goreng saat ini, mengajak masyarakat untuk sedikit berhemat dalam memasak. Menyarankan kepada ibu-ibu mengganti masakan dengan cara yang direbus atau dikukus.

“Ini untuk menyiasati kelangkaan nggeh (ibu-ibu). Sebab saat ini kita dihadapkan pada situasi kelangkaan minyak goreng. Jadi ayo bersama-sama berhemat untuk sementara waktu ini, mengganti atau sementara beralih ke masakan yang direbus atau di kukus ,” kata Bu Min sapaan akrabnya.

Kendati demikian, lanjut Bu Min, Pemerintah akan terus hadir ditengah masyarakat dengan tetap berupaya mendorong perusahaan produsen minyak goreng untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah demi meringankan beban masyarakat ditengah langkanya minyak goreng. Dengan harapan menjelang Ramadhan nanti, kondisi sudah kembali stabil dan harga kebutuhan pokok cenderung normal, sehingga masyarakat tidak lagi khawatir.

“Kita terus berupaya kepada perusahaan untuk terus berkoordinasi dengan kami (Pemerintah Daerah). Kondisi seperti ini diharapkan menjelang ramadhan sudah kembali stabil dan normal, sehingga masyarakat tidak khawatir lagi,” ucapnya, Jumat (25/2/2022).

Bu Min juga mewanti-wanti bagi siapapun agar jangan sampai memanfaatkan kondisi saat ini, yakni menimbun minyak goreng demi meraup keuntungan. Memanfaatkan kesempatan seperti ini, sebab itu tidak baik.

“Saya ingatkan kepada siapapun, jangan mencari kesempatan dalam kesempitan, memanfaatkan kondisi kelangkaan minyak goreng dengan cara menimbun demi keuntungan pribadi. Sikap tegas akan kita ambil apabila ada masyarakat yang secara sengaja melakukan hal ini,” tegasnya.**