Sabtu, 26/11/2022 | 20:48 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Kesehatan

Miris! Puskesmas Tambak Bawean Gresik, Tolak Pasien Hamil Karena Periksa di Luar Jam Dinas

Gresiksatu.com
Kondisi Puskesmas Tambak Pulau Bawean yang sering dikeluhkan warga (Foto :Faiz /Gresiksatu.com)

GresikSatu | Seorang pasien di Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Bawean, Gresik harus menelan pil pahit, ketika periksa di Puskesmas setempat. Pasalnya ia menerima penolakan saat hendak periksa kehamilan. Alasannya, pasien tersebut karena periksa di luar jam dinas.

Pengalaman tidak mengenakan itu dialami HSN beserta suaminya saat hendak periksa kehamilan di Puskesmas Tambak. Pasien itu datang di puskesmas pada Kamis (14/10/2022), pukul 12.00 Wib, dengan keadaan badan lemas. Setiba di puskesmas ia mendatangi UGD.

Namun petugas UGD meminta dirinya ke ruang rawat jalan untuk memeriksa kondisi kehamilannya. Namun di sana, ibu muda ini malah mendapatkan penolakan. Petugas puskesmas keberatan melakukan pemeriksaan karena yang bersangkutan datang di luar jam dinas. Padahal jam masih menunjukan pukul 12.00 Wib.

Merasa di tolak, HSN lalu pergi dari Puskesmas dengan menahan rasa sakit dan badan lemas. Ia kemudian memeriksaan kondisinya di salah satu dokter umum. “Karena tidak mendapatkan pelayanan, akhirnya kami bersama istri pulang, dan konsultasi ke salah satu dokter umum di Bawean,” ucap Suami HSN Abrari, Jum’at (14/10/2022). 

Abrari menyayangkan pelayanan ini, kendati melewati jam pelayanan. Seharusnya petugas mengerti dengan kondisi pasien. Karena ini salah satu kebutuhan pokok masyarakat, yakni pelayanan kesehatan. 

“Saya akhirnya ke dokter umum, bisa periksa dan diberikan obat vitamin dari dokter di Bawean,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Tambak dr Zulfiyan Nasrullah mengatakan, pelayanan kesehatan rawat jalan hanya bisa dilayani sebelum jam 12.00 WIB. Hal ini sesuai sesuai dengan kebijakan kepala dinas kesehatan kabupaten Gresik. 

“Untuk pelayanan rawat jalan hanya sampai jam 12.00 WIB, kecuali kalau darurat dialihkan ke UGD dan rawat Inap bisa 24 jam. Seluruh Puskesmas semua sama,” ucapnya. 

Dijelaskan, pasien bersama suaminya itu bermaksud memeriksakan kehamilan secara menyeluruh. Namun, hal itu bisa membutuhkan waktu hungga satu jam lebih. Oleh karena itu, pihak Puskesmas Tambak mengalihkan pemeriksaan esok hari atau hari ini. 

“Makanya kami alihkan, karena memang pemeriksaan itu membutuhkan waktu hampir dua jam. ini hanya miss komunikasi saja,” terangnya. (faiz/aam)

Baznas Gresik