Nelayan Bawean Gresik Keluhkan Fasilitas Pelabuhan Perikanan yang Tidak Berfungsi

GresikSatu | Nelayan di Pulau Bawean sudah memasuki musim melaut pada bulan Juli ini. Beberapa nelayan pun banyak menghasilkan ikan untuk dijual dan mendapatkan keuntungan. 

Namun, hal tersebut tidak seindah yang diharapkan nelayan. Pasalnya para nelayan yang biasanya melaut di dermaga Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai (IPPP) Bawean, tidak bisa menggunakan fasilitas sarana pra sarana (Sarpras) di area tersebut.

Mirisnya, Sarpras di Pelabuhan tersebut banyak tidak berfungsi. Utamanya sarana penyedia es batu

Hal tersebut, menjadikan harga ikan menjadi murah. Bahkan, tidak sedikit para nelayan membagikan hasil ikan secara gratis kepada warga setempat, hingga ada yang dibuang karena sudah tidak bisa awet dan dikhawatirkan membusuk. 

Salah satu nelayan, Zaenal yang juga anak buah kapal porsen mengeluhkan harga ikan yang drastis dan murah. Awalnya ikan hasil tangkapan dibeli perbasket ukuran 50 kg dengan harga Rp 150 ribu. 

“Akibat persediaan es batu dan coolbox yang tidak memadai, akhirnya pengepul hanya mampu membeli sisa ikan milik nelayan dengan harga Rp 80 ribu, itupun untuk dikeringkan,” ungkapnya, Selasa (16/7/2024). 

Menurut dia, saat musim ikan, ia masih kesulitan untuk menjual ikan hasil tangkapan. Para pengepul biasanya membeli ikan hasil tangkapan nelayan disesuaikan dengan persediaan es batu dan coolbox.

Baca juga:  Cerita Mak Sanah Penjual Rujak Sejak PLN Belum Masuk Pulau Bawean Gresik

Hal senada juga disampaikan oleh Mosleh Nahkoda KM RIGER 933. Bahwa saat musim ikan layang (Rencek istilah Bawean) sekarang ini, rata-rata perahu porsen mendapatkan ikan hasil tangkapan tiap harinya mencapai 2 ton hingga 4 ton. 

“Namun saat menjual ikan sering mengalami kesulitan hingga tidak laku di pasaran. Kami kadang juga berenti melaut karena masalah ini,” tandasnya. 

Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah terkait. Khususnya Dinas Perikanan Provinsi Jatim yang mempunyai wewenang di Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai (IPPP) Bawean, bisa memberikan fasilitas kepada nelayan

“Ini sangat miris sekali, pemerintah membangun tapi kesannya seperti mubazir. Alias hanya pembangunan bangunan saja, tidak disertai fasilitas memadai,” bebernya.

“Bahkan ada bangunan yang mangkrak di area IPPP ini. Semoga nanti ada prasarana penunjang di Pulau Bawean, seperti tempat pelelangan ikan (TPI), dan pabrik es balok,” paparnya. 

Sementara itu, Jamil pengepul Ikan di Bawean mengungkapkan bahwa harga ikan dipasaran sewaktu-waktu bisa berubah-ubah. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Faktor yang paling dominan karena keterbatasan persediaan es dan coolbox. 

“Selain itu, saat ini KMP Gili Iyang masih dalam proses docking, sehingga pengiriman ikan ke daratan Jawa mengalami kesulitan dan harus menunggu kapal yang akan berlayar ke Sedayu, Lamongan,” jelasnya. 

Baca juga:  Tangani Isu Strategis Tentang Perempuan, Wakil Bupati Gresik: Stop Perkawinan Anak! 

Kendati demikian, selama ini para pengepul ikan secara langsung sedikit sudah membantu kesulitan dari para nelayan Bawean

“Namun sarana dan prasarana yang penting bagi nelayan Bawean belum tersedia dan hingga kini tidak berfungsi,” tandasnya. 

Diketahui, ada sekitar 25 kapal porsen nelayan yang berlabuh di area dermaga IPPP. 

Terpisah, Sabrun Jamil, koordinator IPPP Bawean, mengakui memang untuk freezer untuk pendinginan ikan sudah lama tidak beroperasi. Bahkan, hampir 20 tahun tidak berfungsi. 

“Untuk sarananya sudah ada, tapi alatnya tidak ada,” ungkapnya. 

Selama ini, lanjut dia, para nelayan hanya menggunakan kulkas keluarga untuk keperluan pendinginan ikan

“Pernah ada pengusaha lokal mau menyediakan freezer tapi daya listrik tidak kuat,” tandasnya. 

Untuk itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak PLN Bawean. Namun, belum bisa tambah daya. Meskipun alat pembangkit listrik milik PLN ada di area dermaga IPPP. 

“Dari pihak PLN tidak bisa tambah daya, mungkin nanti di tahun 2025 bisa tambah daya dan kami akan sediakan freezer hingga alat pembuatan es batu,” jelasnya.

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler