Minggu, 03/07/2022 | 19:02 WIB
Gresik Satu
Pendidikan

Oknum Kepala Sekolah di Gresik Diduga Sunat Dana Bos  

Ilustrasi dana bos.

GresikSatu | Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Gresik diduga disunat oknum kepala sekolah. Kabar dipotong BOS tersebut terdengar oleh anggota Komisi IV DPRD Gresik Atek Riduan. 

Menurutnya, pihaknya menerima laporan warga kalau dana BOS tahun 2022 untuk siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Gresik dipotong.

Besarannya pun berbeda-beda. Untuk siswa SDN Rp 500 ribu per siswa perbulan, dan untuk siswa SMPN Rp 700 ribu per siswa per bulan.

“Laporan yang masuk ke kami sejak Bulan Januari 2022 ada potongan BOS untuk siswa SDN dan SMPN,” ungkapnya, Sabtu (27/5/2022).

Baca Juga : Terjaring Razia, Siswa SD Menangis Saat Dihentikan Satlantas Gresik

Politisi F-Golkar itu menyebut informasi yang diterima tidak hanya satu sekolah. Melainkan dua sampai tiga sekolah di wilayah Driyorejo dan Wringinanom. Pihaknya melakukan kroscek ke beberapa kepala sekolah. Hasilnya, memang benar adanya. 

“Para Kepala Sekolah membenarkan pungutan itu, mereka (kepala sekolah Red) atas perintah Kabupaten,” ujarnya. 

Lantas siapa orang Kabupaten itu, Atek pun mengaku geram mendesak kepada para kepala sekolah untuk mengetahui siapa intruksi orang Kabupaten itu. 

“Semuanya tiba-tiba bungkam. Kami meneruskan informasi itu kepada Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah. Informasinya Pak Kadispendik (S. Hariyanto) sudah dipanggil,” terangnya.

Dikatakan Atek, dari hasil klarifikasi beberapa kepala sekolah. Sejumlah penarikan itu untuk kebutuhan kelompok kerja (Pokja).

Baca Juga : DPRD Jatim Angkat Bicara Terkait Sumbangan jadi Pungutan di SMA Negeri 1 Gresik

“Kata mereka (kepala sekolah Red) untuk Pokja. Tapi, mereka juga belum mau buka pokja apa,” katanya.

Atas temuan itu, pihaknya akan melakukan tindak lanjut di Komisi IV DPRD Gresik. Karena hal tersebut sangat merugikan siswa, dan sekolah, serta bentuk penyimpangan penggunaan BOS.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto belum bisa diminta keterangan terkait polemik tersebut. Pihaknya hanya akan menjawab pertanyaan wartawan ketika di forum jumpa pers.

“Besok kami jumpa pers, biar clear semua,” ucapnya melalui pesan WA kepada media ini. (faiz/aam)

Full Day School