Minggu, 29/05/2022 | 05:43 WIB
Gresik Satu

Pecinta Mobil Tamiya di Gresik Unjuk Ketangkasan Kelas Side Damper 

Para peserta saat memainkan mobil tamiya yang dilombakan di lintasan / foto : Faiz

GresikSatu | Hobi Tamiya yang populer sejak era 90 an kini mulai bangkit lagi. Di Kabupaten Gresik komunitas ini mulai unjuk ketangkasan. Mereka memainkan mobil mainan dengan sangat antusis.

Bahkan para pecinta mobil sampai menggelar turnamen yang diikuti oleh enam kota sekaligus. Antara lain, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo dan Mojokerto. Gelaran acara ini, diwadahi oleh Komunitas Gresik Tamiya Racing (GTR)

Seperti acara di di Pudak Galeri Jalan Pahlawan Gresik, Minggu (27/3/2022), tampak puluhan peserta antri menaruh kupon untuk persyaratan mobil tamiya masuk lintasan. Setiap peserta minimal ada empat mobil tamiya, dilengkapi box peralatan mobil tamiya.

Ketua Panitia Komunitas GTR Hendro Baskoro mengatakan, perlombaan ini merupakan rutinitas dari para pecinta mobil tamiya. Terutama, bagi pecinta mobil Tamiya yang populer di era 90 an.

“Pegelaran turnamen ini setiap bulan di setiap daerah masing-masing. Tidak di Gresik saja,” ucapnya, Minggu (27/3/2022).

Baca Juga : Komunitas Mobil Tamiya Gelar Even, Peserta dari Luar Gresik

Dikatakan, dalam turnamen tersebut, ada tiga lintasan. Antara lain terdiri dari track lurus, belok, sloop, bounching, Interching (pindah jalur), dan Velow. Menurut pria yang punya hobi tamiya sejak 1990 ini. Para peserta akan diambil tiga juara. Juara 1, 2, 3 dan Best Time Overall (BTO). Dan juara

“Juara diambil dari yang tercepat dan stabil. Hadiah berupa uang tunai, tamiya dan tropi,” jelasnya.

Diakuinya, sebenarnya minat permainan mobil tamiya ini banyak di Gresik dan daerah lain. Namun, para peserta belum punya tempat lintasan untuk dibuat latihan. “Ini saja hanya lomba, karena tempat kami juga menyewa,” imbuhnya.

Kendati demikian, para peserta lomba permainan tahun 90 an ini sangat antusias. Mereka terus memperbaiki mobil yang belum lolos kualifikasi lomba. Tiga putaran tanpa keluar jalur lintasan.

Baca Juga : Keren! Film Gemintang Asal Gresik Juara Dua di Festival Film Kemenparekraf RI

“Para peserta bebas mau beli berapa kupon untuk masuk lintasan lomba. Yang jelas 50 kupon Rp 125 ribu untuk babak pertama,” ujarnya.

Setelah para peserta lolos ke babak berikutnya, kupon sudah disediakan tanpa pungutan biaya. Setiap babak ada perbedaan kupon, hingga nanti babak terkahir.

“Sekitar ada empat sampai lima babak nanti sampai malam, dan pengumuman juaranya,” pungkasnya. (Faiz/Sah)