Selasa, 09/08/2022 | 22:01 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Politik

Ketua KTNA Kabupaten Gresik, Dorong Anak Muda Jadi Petani

Gresiksatu.com
Pelantikan KTNA Kabupaten Gresik periode 2022-2027 (Foto: Aam/Gresiksatu.com)

GresikSatu | Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Gresik resmi dilantik, Rabu (29/6/2022) tadi. Istimewanya, acara pelantikan yang bertempat di dalam Gedung Pemkab Gresik itu, dihadiri langsung oleh Ketua KTNA Jatim Sumrambah.

Ketua KTNA Gresik Hamzah Takim mengatakan, sektor pertanian merupakan pekerjaan yang menjanjikan. Pihaknya bahkan, mendorong agar anak muda milenial di Gresik tidak perlu ragu saat terjun dalam dunia pertanian.

“Kami selalu meyakinkan agar anak muda di Gresik tak perlu ragu untuk terjun dalam sektor pertanian. Contohnya banyak, anggota kami ada yang berusia 23 tahun dengan omzet pertahunnya luar biasa,” katanya.

Untuk menarik anak muda terjun dalam dunia pertanian, Hamzah takim memiliki cara sendiri. Salah satunya dengan cara memgajak mereka diskusi dan worksop untuk merangsang para anak muda yakin terjun ke dalam pertanian.

Sementara itu, Ketua KTNA Jatim Sumrambah mendorong agar KTNA Gresik membentuk korporasi petani. Ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Gresik.

“Nanti saya akan turun mendampingi proses ini. Saya berharap petani di Gresik bisa sejahtera,” ujar Sumrambah yang juga Wakil Bupati Jombang.

Menurut dia, selama ini petani tidak sejahtera karena lahan yang digarap tidak sampai satu hektar. Dengan adanya korporasi, nanti petani bisa membangun jejaring dan penggunaan teknologi pertanian modern.

“Saya minta pengurus KTNA baru yang rata-rata masih anak muda bisa semangat berjuang untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, penyediaan pangan sangat tergantung pada keberhasilan program pembangunan pertanian. Untuk itu peran pertanian dianggap sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional.

“Terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan meningkatkan daya saing, penyerapan tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan,” tutup Gus Yani. (aam)