Minggu, 29/05/2022 | 07:00 WIB
Gresik Satu

Peluang Bisnis Menjanjikan, Seorang Jurnalis Gresik Budidaya Lele

Syaifuddin Anam saat memanen ikan lele yang di budidayakannya di kolam terpal yang berada di pekarangan rumahnya di Desa Watu Agung Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik, Senin (31/1/2022)./ Foto: TBK
Syaifuddin Anam saat memanen ikan lele yang di budidayakannya di kolam terpal yang berada di pekarangan rumahnya di Desa Watu Agung Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik, Senin (31/1/2022)./ Foto: TBK

GresikSatu I Budidaya ikan lele bagi pemula tidaklah rumit, bibitnya mudah didapat, asalkan selalu tekun dan serius dalam menjalaninya. Ikan lele merupakan jenis ikan tawar yang diminati masyarakat. Selain mengandung nutrisi yang baik untuk dikonsumsi menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Konsumennya tidak hanya kalangan bawah, kalangan atas juga sangat menyukai ikan lele, mulai warung PK5 hingga restoran menyediakan menu ikan lele.

Seperti yang dilakukan Syaifuddin Anam disela kesibukannya menjadi jurnalis, ia juga melakukan budidaya ikan lele berbagai jenis untuk menambah pendapatan, apalagi dalam situasi pandemi sangat membantu dalam ekonomi keluarga di pekarangan rumahnya di Desa Watu Agung Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik.

Anam sapaan akrabnya menyebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan budidaya lele, yaitu memiliki dana yang cukup untuk lokasi, bibit, dan juga pakannya serta harus memperhatikan dampak di sekitar lingkungan budidaya lele.

Karena limbah budidaya lele menyebabkan bau tidak enak dan menambah sarang nyamuk.

Apabila sudah melakukan standar yang diharapkan, ada tahapan yang harus dipersiapkan sebelum memulai usaha budidaya lele. Mulai dari persiapan kolam yaitu membuat kolam ikan lele bisa menggunakan terpal dengan luas 3 meter berukuran bundar, serta memperhatikan juga kedalaman air kolam agar saat siang hari lele tidak terlalu kepanasan.

Suhu air yang disarankan untuk budidaya ikan lele adalah 20 hingga 28 derajat celcius dan sebelum bibt ditabur sebaiknya air dalam kolam diberi antibiotik terlebih dahulu agar bibit tidak cepat mati.

“Sebelum melakukan penebaran benih lele lebih baik dipersiapkan dengan baik kolam yang akan dibuat tumbuh kembang ikan lele yaitu memberi antibiotik sebelum penebaran,” ujarnya.

Ditambahkan Anam pemilihan bibit unggul juga wajib diperhatikan. Tujuannya agar nantinya bisa mendapatkan ikan lele yang baik sesuai harapan. Cara mengenali bibit lele yang unggul cukup mudah, bibit lele jantan memiliki perut yang ramping dengan tulang kepala pipih, warnanya cenderung lebih gelap dan gesit dalam bergerak.

Sedangkan bibit betina mempunyai ciri perut yang lebih besar dan ukuran kepalanya cembung dan agak lamban bergerak.

Dalam pemilihan bibit unggul ukuran ikan harus diperhatikan antara lain bibit yang unggul dengan ukuran ideal yaitu 5-7 cm dan pastikan bibit tidak ada cacat sedikitpun. Bila sudah mendapatkan bibit ikan lele yang unggul maka selanjutnya menebar benih lele ke dalam kolam terpal bundar berukuran 3 meter yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Dikarenakan benih ikan lele sangat sensitif, maka proses penyebaran tidak boleh sembarangan harus diperhatikan keadaan lele dan kolam baru. Lebih dari itu, jika bibit lele sudah bisa beradaptasi maka hal yang harus dilakukan selanjutnya ialah pemberian suplemen.

“Fungsi dari pemberian suplemen ikan lele tersebut ialah untuk membantu proses pembentukan sistem kekebalan tubuh lele tersebut ,” jelasnya, Senin (31/1/2022).

Bapak satu anak itu juga menjelaskan dalam pengelolaannya air kolam lele diganti apabila sudah ada gelembung-gelembung dan berbusa. Usahakan mengganti air dalam kolam dilakukan pagi atau sore hari karena tidak terlalu panas yng bisa berdampak pada kesehatan lele.

“Mengganti air sebaiknya diwaktu sesesudah panen dan disaat sudah berbusa, ” ungkap Anam.

Lebih lanjut ia mengungkapkan saat panen secara umum ikan lele dapat dipanen sekitar 2-3 bulan dari penebaran bibit.

” Sekali panen sekitar 1 Kwintal (100 Kg), Sari Kilo ikan lele bisa berisi 7-8 ekor dengan ukuran 5-7 cm dengan harga Rp 16 ribu kalo kita menjualnya di tengkulak,” pungkasnya.**