Sabtu, 20/08/2022 | 12:31 WIB
Gresik Satu
Pemerintahan

Pembangunan Smelter Freeport di Gresik Capai 34,9 Persen

menteri esdm freeport1
Menteri ESDM Arifin Tasrif saat meninjau pembangunan Smelter Freeport di JIPPE Manyar, Gresik (Foto : Faiz /Gresiksatu.com)
 Advertisement

GresikSatu I Progres pembangunan Smelter Freeport terus dilakukan. Kali ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif meninjau pembangunan yang berlokasi di kawasan Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE), Manyar, Kabupaten Gresik.

Didampingi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas. Menteri Arifin langsung melihat proses pembangunan proyek seluas 100 hektar tersebut. Pihaknya menyebut progres sudah terukur dan bisa mencapai target.

“Ini sudah mencapai 34,9 persen, dengan biaya yang sudah dikeluarkan lebih dari 1 miliar dolar. Ditargetkan sampai akhir tahun ini bisa mencapai 50 persen,” ucapnya, Jumat (29/7/2022).

Menurutnya, pihaknya terus melakukan upaya percepatan pembangunan. Salah satunya pengaturan mengenai pertambangan, serta regulasi mengenai keharusan hilirisasi.

“Kami harapkan kuartal kedua tahun 2023 kontruksi eksisting sudah selesai,” ujarnya.

Di tempat yang sama Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas mengatakan, pembangunan di proyek Smelter Freeport sudah lebih dari progres yang telah ditargetkan, yakni mencapai 34,9 persen. Hingga di ujung tahun 2022 nanti. Pihaknya berharap progres pembangunan Smelter Freeport bisa mencapai 50 persen. Dengan biaya yang dikeluarkan sekitar 1,5 miliar dolar AS.

“Untuk sekarang yang sudah kami kerjakan adalah beberapa pailing (pondasi tiang pancang) telah terpasang, yakni mencapai 11 ribu dari total 16 ribu pailing atau 65 persen, dengan kongkret pouring mencapai 20 ribu meter kubik, dari rencana total sekitar 220 ribu meter kubik,” paparnya.

Sejauh ini jelas Tony Wenas, aktivitas pembangunan sudah dilakukan intens bersama para perusahaan kontraktor. Meliputi perusahaan kontraktor PT Ciyoda International Indonesia (CII) yang fokus pemadatan lahan, serta dibantu Adhi Karya, serta beberapa kontraktor lokal lainnya.

“Target dari kontruksi fisik pembangunan Smelter Freeport rampung pada akhir tahun 2023. Itu bukan hanya Smelter Manyar namun juga ekspansi PT Smelting akan ditambah sebesar 300 ribu ton,” jelasnya.

“Sehingga mulai produksi, kami rencanakan pada Mei 2024,” tambahnya.

Diakuinya, dampak pandemi Covid-19 juga mempengaruhi progres pembangunan Smelter Freeport di Gresik. Utamanya di lapangan. Membuat pekerjaan terhenti karena adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, pihaknya melalukan penjadwalan ulang yang telah disepakati bersama. Sehingga kini proyek Smelter tembaga singel line terbesar di dunia telah kembali ke jalur progres semula.

“Kami yakni proyek ini akan mampu selesai sesuai target, meski jadwalnya cukup ketat, sesuai dengan yang disepekati Kementerian ESDM,” pungkasnya. (faiz/Tov)