Senin, 03/10/2022 | 15:37 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Pemerintahan

Pembangunan Tambahan Trayek Pelabuhan Perintis Pulau Bawean Mulai Dikerjakan 

gresiksatu.com
Suasana pekerjaan pembangunan sisi tumur pelabuhan Bawean (Foto :Faiz /Gresiksatu.com)

GresikSatu | Pembangunan tambahan dermaga di Perlabuhan Perintis Pulau Bawean mulai dikerjakan. Pembangunan yang menggunakan anggaran APBD Provinsi Jatim dianggarkan senilai Rp 8 milia, dan ditarget selesai akhir tahun ini.

Kepala Upt Dishub Bawean Nasrullah mengatakan, setelah melalui proses lelang pada Juni lalu pemenang lelang tidak langsung melakukan pekerjaan proyek tersebut. Lantaran bahan material yang akan dibawa ke Pelabuhan tersebut, terkendala kondisi gelombang tinggi.

“Sehingga mulai pekerjaan pada awal Bulan September ini. Karena bahan  material yang dibawa sekitar 3 ton. Kami menerima surat pemberitahuan tentang target proyek tersebut selesai pada akhir tahun ini,” ucapnya, Kamis (22/9/2022).

Proyek pembangunan itu lanjut dia, meliputi bagian ujung dermaga penyeberangan, beserta tiang dermaga. Lokasinya ada di sisi timur dermaga Kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry Gili Iyang.

“Rencananya pembangunan tersebut akan diproyeksikan untuk trayek perintis kapal penumpang dan barang. Jadi setelah pembangunan ini akan ada dua kapal dari PT ASDP Indonesia Ferry yang melintas di Pelabuhan Bawean,” ucapnya.

Karena selama ini tambah dia, di Pelabuhan perintis tersebut hanya digunakan satu kapal saja. Karena memang kapal yang berkunjung atau sandar di Pelabuhan kapal perintis termasuk Gili Iyang.

Diketahui, dalam kawasan dermaga yang dibangun area pelabuhan itu masih status aset Provinsi. Namun, untuk pelabuhan perintis sendiri sudah diserahterimakan kepada daerah Kabupaten Gresik.

“Baru tahun ini diserahkan kepada Kabupaten dari Pusat. Karena memang awal pembangunan dari APBN,” ujarnya.

Sekedar diketahui, enam Pelabuhan yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2022 ini digerojok anggaran cukup besar. Total uang Rakyat yang digelontorkan untuk enam pelabuhan milik Pemprov Jatim mencapai Rp 120 miliar.

Anggaran untuk Enam Pelabuhan itu antara lain, Pelabuhan Paciran Lamongan Rp 51 miliar, Pelabuhan Masalembu Sumenep Rp 15 miliar, Pelabuhan Jangkar Situbondo Rp 15 miliar, Pelabuhan Taddan Sampang Rp 15 miliar, Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Rp 16 miliar dan Pelabuhan Bawean Gresik Rp 8 miliar.

Di Pelabuhan Bawean, tender tersebut dimenangkan CV Bangun Jaya beralamat Desa Kamoning, Sampang Madura. Dengan harga terkoreksi senilai 7, 2 M.

Pelabuhan Bawean sendiri kucuran anggaran pembangunan sudah dilakukan sejak  tahun 2018. Mendapatkan dari Provisni senilai Rp 12 miliar. Dilanjutkan tahun 2020 senilai Rp 18, 8 miliar, dan tahun 2022 Rp 8 miliar. Total sudah Rp  38 miliar dalam rentan waktu lima tahun terakhir.

Retribusi Sektor Pelabuhan Bawean Masih Kecil Rp 60 Juta per Tahun

Adapun jumlah pendapatan dari sektor Pelabuhan Perintis Bawean masih kecil. Lantaran jumlah arus pengunjung dan penumpang tidak sebanding. Artinya, rute kapal perintis Gili Iyang Bawean – Paciran Lamongan sebaliknya lebih banyak. Namun penumpang, barang, dan kunjungan sedikit. Sedangkan rute ke Gresik hanta satu kali seminggu. Namun, penumpang, barang, dan pengunjung banyak.

“Rata-rata penumpang rute Paciran 30 orang. Sedangkan rute Gresik 200 orang hampir memenuhi kapasitas kapal yang jumlahnya 219 orang,” ucapnya.

Nah, selama ini jumlah retribusi yang dikeolah oleh Upt Dishub lanjut dia, bersifat insidentil. Tidak ada ketetapan target untuk capaian retribusi ini. Dengan perinciannya, satu kali masuk kapal untuk penumpang Rp seribu, sepeda motor Rp 3 ribux mobil dan truk Rp 35 ribu. Ditambah penarikan parkir di Pelabuhan. Untuk sepeda motor Rp 2 ribu dan mobil dan truk Rp 3 ribu.

“Dari retrubusi itu kami mengakumulasi jumlah retribusi pelabuhan satu bulan Rp 5 juta atau satu tahun sekitar 60 juta. Seandainya jumlah penumpang yang ke Paciran Lamongan sama banyaknya, dengan jumlah penumpang ke Gresik. Dipastikan akan lebih besar retrubusi PAD ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, kini pihaknya ingin melakukan langkah koordinasi lebih lanjut betsama pihak terkait. Tentang Perda Trayek. “Kapal lepas tali atau mengikat tali ada nilai rupiah. Namun kita belum sampai disitu,” tambahnya. (faiz/aam)