Sabtu, 20/08/2022 | 12:13 WIB
Gresik Satu
Pemerintahan

Pembangunan Wisata Haritage Grisse tak Libatkan Arkeolog, Ida: Bukan Renovasi Bangunan, Hanya Infrastruktur

ida lailatus
Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Gresik Ida Lailatus Sa'diyah./(Foto:Faiz/gresiksatu.com)
 Advertisement

GresikSatu | Pembangunan wisata haritage Bandar Grisse tanpa melibatkan unsur dari pihak arkeolog, lantaran proyek infrastruktur tujuh ruas jalan itu bukan merupakan cagar budaya. Sebagaimana PP Nomor 1 tahun 2022 tentang register nasional dan pelestarian cagar budaya.

“Itu pembangunan wisata haritage. Bukan ke cagar budayanya. Jadi tidak perlu keterlibatan Arkeolog. Sebagaimana PP Nomor 1 tahun 2022 tentang register nasional dan pelestarian cagar budaya. Kami hanya infrastruktur saja. Bukan merenovasi bangunan cagar budaya,” ucap Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Gresik Ida Lailatus Sa’diyah, Jumat (15/7/2022).

Dijelaskan, proyek pembangunan yang bersumber dari APBN itu merupakan proyek penataan destinasi wisata haritage. Meliputi kampung kolonial, kampung arab, dan kampung pecinan. Dari tiga kampung etnis tersebut, ada tujuh jalan yang akan dilakukan renovasi. Yakni, Jalan Kramatlangon, Jalan Malik Ibrahim, Jalan Agus Salim, Jalan KH Zubair, Jalan Basuki Rahmat, Jalan AKS Tubun, dan Jalan Setia Budi.

“Pembangunan kawasan ini nantinya akan disesuaikan dengan ciri khasnya masing-masing. Di Kawasan Kampung Kolonial semua infrastruktur nantinya akan dibuat dengan konsep kolonial. Di Kampung Arab juga akan dibangun seperti suasana di Arab. Begitu juga di kawasan Kampung Pecinan,” jelasnya.

“Ini merupakan Wisata Haritage dari beberapa etnis di Kabupaten Gresik, sekaligus penataan promosi Gresik Kota Bandar yang sejak abad 17 pelabuhan Gresik menjadi tempat transit rempah-rempah,” tambahnya.

Menurut Ida, estimasi pengerjaan renovasi tujuh ruas jalan ini mengalami keterlambatan dari durasi waktu 240 hari yang ditentukan. Dari perkiraan selesai agustus akan molor hingga akhir tahun 2022.

“Ini ada adendum dari pihak pemenang tender. Karena di lapangan proyek pengerjaan banyak bersentuhan langsung dengan rumah warga. Sehingga ada kesulitan memasang U-Ditc,” tambahnya memungkasi. (faiz/Tov)