Kamis, 30/06/2022 | 02:55 WIB
Gresik Satu
Viral

Pemeran Pria Nikahi Kambing Mewek dan Sambil Minta Maaf

Foto : Syaiful Arif mengusap air mata di depan awak media. (faiz/gresiksatu.com)

GresikSatu | Air mata Syaiful Arif tak bisa dibendung lagi, ketika membaca dua kalimat syahadat di hadapan MUI Gresik. Raut mukanya sedih, karena menyesali perbuatan yang dilakukan. Ia bahkan terlihat menangis sesengukan saat meminta maaf di hadapan MUI Gresik dan awak media.

Pengucapan dua kalimat syahadat merupakan bentuk perataubatan. Syaiful Arif divonis murtad oleh MUI Gresik karena melakukan pernikahan dengan kambing betina. Mirisnya, pernikahan itu digelar sesuai konsep Islam. Bahkan videonya sempat viral di media sosial dan memiliki reaksi komentar negatif.

“Saya menyatakan bertaubat kepada Allah atas kesalahan yang saya lakukan sebagai pemeran pria menikahi kambing betina. Saya mengaku salah,” kata Arif dengan suara parau.

Sebelum menjadi bauh bibir masyarakat, Syaiful Arif merupakan seorang buruh pembuat Sound System. Warga Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, Gresik itu, mengaku diajak temannya untuk memperankan pengantin pria yang menikahi kambing.

“Saya sempat dimarahi istri saya, karena video itu. Tapi saya tak menyangka jika video yang semula guyonan berdampak buruk terhadap saya,” katanya saat ditemui di Halaman Kantor MUI Gresik, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga : Tak Bisa Berenang, Remaja 16 Tahun Tewas Tenggelam

Syaiful juga menceritakan, awal mulanya dirinya terlibat dalam pembuatan konten video. Saat itu, dirinya dijemput seorang untuk datang ke Pesanggrahan Kramat milik anggota DPRD Gresik Fraksi NasDem Nur Hudi Didin Arianto. Sabtu malam, (4/6/2022) sekitar pukul 23.00 WIB. 

“Lalu besoknya, Minggu (5/6/2022) saya langsung disuruh memakai baju adat jawa oleh teman yang punya konten itu. Beserta skenario tentang menikah untuk menjaga alam semesta,” jelasnya.

Terkait mimpi dan mengaku mendapat wangsit, pernyataan itu diakui hanyalah kata spontan yang keluar dari mulutnya. Bahkan, apa yang diperankan dalam video, tanpa latihan terlebih dahulu.

“Saya juga berfikir apakah ini tidak melanggar agama?. Namun saya yakin itu hanya konten. Saya juga ditemui banyak tokoh masyarakat,” katanya memungkasi. (faiz/aam)

Full Day School