Minggu, 29/05/2022 | 06:19 WIB
Gresik Satu

Pemkab Gresik Siapkan Jaring Pengaman untuk Peternak Imbas Wabah PMK 

Teks foto : Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung ke kandang sapi di Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom (Faiz/gresiksatu.com)

GresikSatu | Kepala Dinas Pertanian Pemkab Gresik Eko Anindito Putro mengatakan, sudah menyiapkan jaring pengaman untuk meminimalisir kerugian para peternak yang terkena Imbas Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Saat ini, masih dikalkulasikan nilai jaring pengaman yang berasal dari bantuan tak terduga (BTT). “Berkisar sekitar 5 sampai 10 juta. Bagi para peternak yang melakukan potong paksa Imbas PMK,” ucapnya, Kamis (12/5/2022).

Sedangkan untuk saat ini, pihaknya  mendorong agar perawatan dan pengobatan ternak dimaksimalkan. “Jika mau mati, disarankan dipotong paksa, karena masih bisa dijual,” ujarnya.

Diketahui, update kasus PMK di Kabupaten Gresik melalui data dari Dispertan ada sebanyak 1323 ekor sapi terpapar wabah PMK dari 1722 sapi yang terlapor.

Baca Juga : Menteri Pertanian Sebut Wabah PMK Tak Melunar ke Manusia

Data itu, tercatat sejak akhir Bulan April 2022 sampai Mei 2022. Sedangkan sapi yang terpapar tersebar di 9 Kecamatan, Balongpanggang, Benjeng, Wringinanom, Cerme, Duduksampeyan, Kedamean, Menganti, Driyorejo, dan Kebomas.

“Dengan sembuh ada 20 ekor, 21 ekor sapi mati, dan 49 ekor dipotong paksa,” pungkasnya. (faiz/aam)