Sabtu, 28/05/2022 | 05:25 WIB
Gresik Satu

Pemuda Bawean Jadi Korban Begal Sepeda Motor di Kawasan Ngipik, Modusnya Menuduh Korban Curi HP

Teks foto : Sepeda motor korban yang dibegal di Area Ngipik (Faiz/gresiksatu.com)

GresikSatu | Nasib malang menimpa Fajrul Izaah (20) warga Desa Balikterus, Kecamatan Sangkapura Bawean. Ia menjadi korban pembegalan motor dan HP di Kawasan Ngipik, tepatnya di Jalan Siti Fatimah Binti Maimun, pada Jumat malam (25/3/2022) lalu. Modusnya korban dituduh mencuri HP lalu diberhentikan paksa oleh para pelaku.

Krnologis kejadian itu bermula, saat Fajrul bersama temannya Saliman (20) hendak berangkat ngopi ke arah GKB. Saat melintas di daerah Jalan Siti Fatimah binti Maimun, korban yang bergoncengan tiba-tiba dihadang oleh lima orang yang tidak diketahui identitasnya.

Mereka secara paksa memberhentikan korban, dengan alasan menuduh korban mencuri hp adik dari salah satu para pelaku. Fajrul yang tidak pernah merasa mencuri sempat binggung dengan tuduhan itu. Namun para bandit yang berjumlah lebih dari tiga orang itu, melakukan intimidasi.

Fajrul dan Saliman yang sebelumnya berangkat satu sepeda motor dipisahkan oleh para pelaku. Fajrul dibawa ke kawasan industri Gresik (KIG), dengan diboceng motor pelaku. Alasannya korban akan dipertemukan dengan adiknya sebagai pembuktian.

Baca Juga : Pemuda Bawean Ini Suka Koleksi CD dan Bra Milik Tetangga, Kepergok Saat Kamar Kosnya Digerebek

Sebelum Fajrul dibawa para bandit, motor dan HP Fajrul lebih dulu dititipkan oleh Saliman. Penitipan barang ke teman korban ini bagian dari skenario jahat. Setelah Fajrul dibawa, gentian Saliman yang dibawa ke daerah Kebuncop Jalan Noto Prayitno dengan mengendari motor Fajrul.

Setiba di lokasi, para bandit yang mengoncengkan Saliman memaksa dirinya turun dari kendaraaan. Tidak hanya itu, HP milik Fajrul juga diminta, alasanya lagi-lagi sebagai pemuktian jika HP korban memang curian.

“Kamu turun dulu, tunggu disini. Tenang saja, teman kamu tidak saya apa-apakan,” ucap Saliman menirukan ucapan pembegal.

Selang beberapa menit kemudian, Saliman baru menyadari jika dirinya baru saja menjadi korban pembegalan. Ia berteriak dan melakukan pengejaran. Namun sia-sia, laju kendaraan motor milik Fajrul tak bisa dijangkau.

Baca Juga : Dokter Forensik Ungkap Penyebab Kematian Remaja Driyorejo, Ada Luka Robek di Dagu Korban

Sama halnya dengan Fajrul, ia juga tidak pernah dipertemukan dengan adik para bandit. Korban diminta untuk turun setelah berada di kawasan KIG. Saat itu, Fajrul malah belum mengetahui jika motor dan HP nya telah amblas.

“Setelah saya ketemu Saliman baru tahu kalau itu perampok. Motor saya yang diambil Scoopy nopol W 3529 CW Vivo dan readmi,” jelas Fajrul saat diwawancara Gresiksatu.com.

Korban pun sudah melakukan pengaduan ke Polsek Kebomas. Kanit Reskrim Polsek Kebomas Iptu Yoyok Mardi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya pun sudah bergerak. Anggota unit Reskrim Polsek Kebomas sudah melakukan kring serse di beberapa titik.

“Antara lain di Jalan Kartini, Veteran, Dr. Wahidin Sudirohusodo, dan Jalan Buncop dan Ngipik,” ungkapnya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Gresik Kota itu pun menjelaskan, modus yang dilakukan para begal masih sama. “Korban dituduh mencuri Hp lalu diturunkan, dan mengambil sepeda korban,” jelasnya. (faiz/sah)