Kamis, 26/05/2022 | 23:51 WIB
Gresik Satu

Penerapan E-Parking Sistem Qris, Bupati Gresik: Penunjang PAD

Bupati Fandi Akhmad Yani bersama jajaran Forkopimda melakukan pertemuan dengan koordinator parkir dan juru parkir./ Foto:TBK
Bupati Fandi Akhmad Yani bersama jajaran Forkopimda melakukan pertemuan dengan koordinator parkir dan juru parkir./ Foto:TBK

GresikSatu I Penerapan parkir dengan sistem cashless atau non tunai terus dilakukan pemantauan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik. Bupati Fandi Akhmad Yani bersama jajaran Forkopimda melakukan pertemuan dengan koordinator parkir dan juru parkir yang ada di Kabupaten Gresik.

Pertemuan tersebut guna melakukan evaluasi dari masa sosialisasi dan juga orientasi yang sudah dilakukan sejak bulan Desember 2021.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang mendukung penerapan e-parkir di Gresik. Kendati masih ditemukan sejumlah kendala lapangan, seperti halnya masih dijumpai masyarakat yang belum mengerti sistem cashless hingga adanya eror sistem terhadap transaksi.

“Permasalahan seperti itu lumrah terjadi pada kebijakan-kebijakan yang baru dilaksanakan. Dimanapun kalau ada kebijakan baru, pasti ada saja kendala-kendala yang terjadi, namun kita terus mencari solusi dan penyelesaian,” ujarnya, Kamis, (25/2/2022).

Gus Yani juga menyampaikan bahwa pemerintah akan menanggung biaya pendidikan anak-anak para juru parkir dari mulai tingkat SD, SMP hingga SMA. Ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pendidikan anak bagi para juru parkir.

“Kami masih melakukan pembahasan, tetapi kami terus berupaya agar dapat terealisasi. Kami berusaha bantu meringankan beban jukir,” paparnya.

Selanjutnya Gus Yani menyebut bahwa penerapan e-parkir dengan sistem Qris ini bertujuan untuk mendorong transformasi digital yang direncanakan akan diterapkan pada semua sektor penunjang PAD (Pendapatan Asli Daerah), dengan dimulai dari sektor parkir.

Ia menyebut kebijakan ini demi kepentingan seluruh masyarakat Gresik sebagai salah satu penunjang pembangunan dan transparansi yang diaplikasikan dalam program kerja disektor PAD.

“Kita sudah melakukan sosialisasi dibulan Desember 2021, tahapan orientasi 2022 juga kita terapkan di 116 titik ruas jalan tepi umum. Kami berharap diatas bulam Maret, sudah tidak ada lagi tunai,” katanya.

Untuk itu, ia meminta kepada semua pihak, baik jukir, koordinator parkir dan petugas dishub agar bersama-sama jadi pengawas sesuai kewenangannya masing masing. Juga meminta agar semua taat aturan agar kebijakan dan sistem yang terbangun saat ini terlaksana dengan baik.

“Saya meminta semua pihak untuk taat aturan agar kebijakan dan sistem yang terbangun bisa terlaksana,” ucap Gus Yani.**