Minggu, 29/05/2022 | 05:43 WIB
Gresik Satu

Peringati Hari Hutan, Semen Indonesia Serahkan 999 Bibit Pohon, Bentuk Pelestarian Lingkungan

Foto 2: Penanaman pohon jati oleh petani green belt di lahan pascatambang batu kapur Pabrik Tuban, Jawa Timur. / Humas Semen

GresikSatu | Keprihatinan PT Semen Indonesia terhadap lingkungan bukan sekadar omongan. Dalam mendukung pelestarian hutan, PT Semen Indonesia menyerahkan 999 bibit pohon kepada Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) pada Rabu (23/3/2022).

Jenis pohon yang diserahkan diantaranya tanaman durian, rambutan, alpukat, meranti serta ulin. Selanjutnya bibit-bibit pohon tersebut akan ditanam di Kampung Long Duhung, Kecamatan Kelay, Berau, Kalimantan Timur.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, bibit pohon tersebut merupakan hasil dari partisipasi karyawan melalui kegiatan Virtual Race #MulaiBergerakDariRumah. Melalui kegiatan tersebut, seluruh karyawan SIG Group berhasil mengumpulkan sebanyak 999 donasi bibit pohon.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menularkan semangat yang dapat memicu dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian hutan,” katanya.

Baca Juga : Jajaran Direksi PDAM Gresik Diumumkan, Berikut Nama-namanya

Menurutnya, hal ini sejalan dengan komitmen SIG yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menjalanan operasional perusahaan.

“Bagi SIG, sustainability adalah masa depan yang harus diwujudkan sejak sekarang”, kata Vita Mahreyni.

Sementara itu, Direktur Development dan Marketing YKAN, Ratih Loekito menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh SIG kepada YKAN.

“Pemberian 999 bibit pohon ini sebagai upaya reforestasi untuk mewujudkan Kampung Long Duhung menjadi desa makmur di tengah hutan yang lestari,” tuturnya.

Baca Juga : DPRD Gresik Ungkap Sejumlah “PR” untuk  Jajaran Direksi Baru PDAM

Lebih lanjut, hutan memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah terjadinya pemanasan global. Hutan berfungsi sebagai media penangkap dan penyimpan karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dalam jangka waktu yang lama.

“Merupakan salah satu upaya memitigasi pemanasan global dan perubahan iklim,” pungkasnya. (aam)