Selasa, 09/08/2022 | 20:37 WIB
Gresik Satu
Berita Gres

Perjalanan Sainiyah PMI Asal Bawean, yang dideportasi Dua Kali Oleh Malaysia

Gresiksatu.com
Sainiyah saat hendak pulang ke Bawean (Foto : Faiz /Gresiksatu.com) 

GresikSatu | Sainiyah adalah potret buram PMI. Terhitung dua kali dirinya telah dideportasi oleh Negara Malaysia. Sainiyah bahkan pernah ditahan selama lima bulan di negeri tetangga. Penyakit diabetnya sempat kambuh, saat menjalani proses hukuman di sana.

Sainiyah sendiri berangkat ke negeri Jiran pada tahun 1995 lalu. Kemudian dideportasi. Pada tahun 1998. Kemudian Sainiyah kembali berangkat ke Malaysia. Dengan menggunakan nama Nur Hayati di paspornya sampai tahun 2022 ini. Sudah terhitung 24 tahun lamanya Sainiyah berada di Malaysia. 

Sebelum dideportasi, pekerjaan terakhir Sainiyah yakni Cleaning Service di Jalan Duta, Kuala Lumpur, Malaysia. Saat sedang menunggu bus, Sainiyah ditangkap oleh aparat kepolisian Diraja Malaysia. Karena tidak memiliki dokumen. Sainiyah kemudian di penjara pada akhir Desember 2021. 

Setelah lima bulan menjalani kurungan di negeri Jiran, Sainiyah mendapatkan perhatian oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Ibu rumah tangga itu kemudian dipulangkan ke Indonesia. Namun saat pulang ke Indonesia pada bulan Mei lalu, Sainiyah harus melakukan karantina di Wisma Atlet Kemayoran. Sempat dinyatakan positif covid-19 saat itu.

“Sekitar sebulan lebih berada di Kemayoran, Sainiyah akhirnya bisa dijemput oleh Pemkab Gresik. Setelah pihak Pemdes Gelam berkirim surat ke Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik,” kata Kepala Desa Abdus Salam, Kamis (21/7/2022).

Disnaker kemudian mengirimkan surat kepada Kementrian Tenaga Kerja. Akhirnya pada Senin kemarin Sainiyah diantar oleh tim Kemenaker ke Gresik,” tambahnya.

Dikatakan Abdus Salam, setelah tiba di Kantor Disnaker kemarin, Senin petang (18/7/2022). Sainiyah langsung mendapat pengobatan. Sebab, luka diabetesnya belum sepenuhnya sembuh

“Kendala lama saat pemulangan, Sainiyah positif Covid-19. Dengan demikian harus menunggu anggaran pemulangan dari Jakarta ke Surabaya,” ujarnya. 

“Reaksi dinas tenaga kerja Gresik sangat bagus. Mereka siap jemput dari Juanda kapan saja saja Sainiyah dipulangkan, atau dideportasi” tambahnya memungkasi. (faiz/aam)