Selasa, 04/10/2022 | 08:05 WIB
Gresik Satu
Ekonomi Finansial

Permintaan Pasar Domestik Menurun, SIG Malah Dapat Laba Rp 829 Miliar

Gresiksatu.com
Fasilitas packing plant SIG di Balikpapan, Kalimantan Timur. (Foto : Humas Semen for Gresiksatu.com)

GresikSatu | Di tengah kondisi pasar semen yang hiperkompetisi dan kenaikan biaya bahan bakar dan energi, Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) ternyata masih terlihat baik dalam segi keuangan. Tercatat dalam semester I tahun 2022, SIG melaporkan kinerja keungan dengan sangat apik.

Antara lain, pendapatan tercatat sebesar Rp15,88 triliun. Kemudian beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp11,47 triliun, lalu EBITDA tercatat sebesar Rp3,53 triliun dan Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp829 miliar.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, sepanjang semester I 2022, permintaan pasar semen domestik mengalami penurunan. Hal ini, dikarenakan dampak dari libur lebaran dan pergeseran prioritas belanja masyarakat, ketimbang untuk kebutuhan properti dan renovasi.

“Di tengah berbagai tantangan berat tersebut, Perseroan melakukan langkah-langkah strategis untuk mempertahankan kinerja positif yang berkontribusi pada pengendalian beban pokok pendapatan,” katanya, Senin (6/9/2022).

Termasuk melalui pengamanan suplai batu bara dengan harga DMO, serta efisiensi beban usaha dan beban keuangan. Upaya tersebut membuat SIG mampu mempertahankan EBITDA sebesar Rp 3,53 triliun dengan marjin EBITDA yang meningkat 0,4 persen menjadi 22,3 persen. 

“Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 4,4% menjadi Rp829 miliar dan marjin laba bersih meningkat 0,3% menjadi 5,2% dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.

Dijelaskan, di tengah berbagai tantangan berat tahun ini, menariknya, SIG masih berhasil meningkatkan pendapatan dari pasar domestik sebesar 1,8 persen. Hal ini merupakan prestasi dan capaian yang besar dan perlu dibanggakan. Karena itu SIG membuktikan resiliensi tak hanya dari capaian bisnis, namun juga operasional berkelanjutan yang menjadi daya saing Perseroan.

“Hal ini dilakukan Semen Indonesia melalui berbagai program untuk mendukung penurunan emisi karbon dan pembangunan berkelanjutan, serta capaian sertifikat Green Label untuk produk-produk yang dihasilkan Perseroan,” bebernya. (aam)